Programming

Subdomain wildcard pada Ubuntu dengan bind9

Ada kasus seperti ini, kita akan membuat sebuah website komunitas yang nanti nya para pengunjung bisa mendaftar sebagai anggota. Dan setiap anggota masing-masing akan mendapatkan alamat URL: http://namauser.situskita.com/
Kelihatannya tampak mudah bukan?
Tinggal membuatkan Virtual Host untuk masing-masing anggota, dan daftarkan subdomainnya.

Namun permasalahannya adalah, kita ingin subdomain tersebut hanya sebagai identitas, dan bukan berupa direktori khusus untuk masing-masing anggota terdaftar. Dan yang lebih penting lagi, setiap yang baru mendaftar akan langsung mendapatkan alamat subdomainnya secara otomatis, tanpa campur tangan kita. Bayangkan jika ada 100 pengunjung yang mendaftar, dan semua itu harus kita buat secara manual. Akan sangat membuang waktu dan tenaga bukan?

Ini dibutuhkan jika kita ingin membuat situs komunitas, atau contohnya seperti situs jaringan pertemanan. Setiap anggota yang terdaftar akan mendapatkan alamat sendiri untuk menampilkan profil, blog, atau content lainnya.

Untuk mengatasi masalah itu kita akan menggunakan yang namanya “Subdomain Wildcard”. Dengan subdomain wildcard, kita hanya butuh 1 domain yang digunakan untuk memproses semua request subdomain. Artinya, semua yang xxx.domainutama.com, yyy.domainutama.com, zzz.domainutama.com akan diarahkan ke domainutama.com. Yang nantinya script PHP pada domainutama.com yang akan memprosesnya dan menampilkan halaman anggota tersebut.

Sebelumnya, kita akan membutuhkan DNS Server untuk membuat subdomain wildcard ini. Dengan membuat DNS Zone baru untuk domain yang akan digunakan.
Sebagai test untuk di mesin lokal, kita akan membuat domain bohongan yang hanya bisa jalan di jaringan lokal kita saja.
Domain yang digunakan: www.situskita.tld
IP Mesin kita: 192.168.1.2

Install paket bind9 untuk DNS Server nya (Jika belum ada)

$ sudo apt-get install bind9

setelah install, kita akan membuat DNS Zone baru. Jika anda sudah memiliki konfigurasi DNS sendiri, dan akan menggunakannya, silahkan lewati bagian ini. Lanjutkan ke tahap selanjutnya.

$ sudo pico /etc/bind/named.conf.local

Tambahkan baris berikut ini:

zone “situskita.tld” {
type master;
file “/etc/bind/db.situskita.tld”;
notify no;
};

Disini kita membuat zona baru untuk domain “situskita.tld”, dan konfigurasi nya terletak pada file “/etc/bind/db.situskita.tld”
Jika ingin menggunakan konfigurasi DNS zone yang sudah ada, anda hanya tinggal menambahkan baris berikut pada konfigurasi anda:

* A 192.168.1.2

Kalau belum ada, maka kita akan membuatnya.

$sudo pico /etc/bind/db.situskita.tld

ubuntu

Mempercantik desktop Ubuntu dengan Themes

Agar tampilan Dekstop anda tidak monoton, anda bisa mengambil themes dan window decorator dari situs berikut:

Ubuntu (Gnome):
http://www.gnome-look.org/

Kubuntu (KDE):
http://www.kde-look.org/

* Tidak perlu khawatir akan memberatkan system, karena themes ini bukan merupakan aplikasi tambahan atau aplikasi pihak ketiga. themes ini akan mengganti secara langsung. sehingga tidak menambah beban system.

Panduan:
Gnome:

  • Untuk tampilan themes secara keseluruhan, masuk ke menu: “GTK 2.X”
  • Untuk Window Border pada decorator Metacity (tanpa compiz), pilih menu “Metacity”
  • GDM Themes untuk mengganti tampilan Login Ubuntu
  • Untuk pengguna Compiz dan Emerald, masuk ke menu “Compiz”

Untuk mengaktifkan Themes, masuk ke “System => Preferences => Appearance”
Untuk mengganti Login Themes, masuk ke “System => Administration => Login Window”

KDE:

  • Klik di menu “Themes/Styles” untuk mengganti themes.
  • Untuk mengganti Window Decorations, klik pada “Window Decorations”, jika tanpa Compiz, klik pada sub-menu “Native KDE 3.2+”, untuk pengguna KDE 4 klik “Native KDE 4” dan jika menggunakan Compiz klik pada “Compiz”
  • Jika ingin mengganti skema warna pada desktop anda, klik pada “Color Schemes”
  • Untuk mengganti Themes pada Login KDE, klik “KDM Themes”

Untuk merubah Themes, masuk ke “KMENU => System Settings”

Tech-News

OpenProj, an alternative of Microsoft Project for Linux

OpenProj is a free, open source project management solution. OpenProj is a replacement of Microsoft Project and other commercial project solutions. The OpenProj solution has been download more than 375,000 times in the few months since launch and is being used in over 142 countries.

A free download of OpenProj is available here and is distributed under the CPAL license.

OpenProj is ideal for desktop project management and is available on Linux, Unix, Mac or Windows. It even opens existing Microsoft or Primavera files. OpenProj shares the industry’s most advanced scheduling engine with Project-ON-Demand and provides Gantt Charts, Network Diagrams (PERT Charts), WBS and RBS charts, Earned Value costing and more.

There is literally no time or effort involved in switching to OpenProj, and your teams can manage projects on any platform for free. Projity worked closely with leaders in the commercial and open source industries in preparation for the release of OpenProj. It is a welcome addition, not only for project management users, but also for users in all software segments.

Microsoft Project retails for $999.99, is installed on 7% of all Office desktops and drives over $1 billion in revenue for Microsoft. OpenProj fills an important gap in the desktop market, as a key component in the Office family of products now has a replacement available on Linux, Unix, Mac or Windows.

OpenProj was also selected for inclusion with Star Office suite boxes in Europe. The OpenProj solution has been translated into French, Spanish, German, Portuguese, Swedish, Finnish, Galician, Persian, Russian, Korean and Chinese.

screenshot:

Source:
http://openproj.org/openproj

ubuntu

Menjalankan Compiz Fusion di Ubuntu

Jika menggunakan Ubuntu 8.04 dengan desktop Gnome, Compiz sudah bisa langsung digunakan. Jika menggunakan Kubuntu (desktop KDE) maka Compiz harus diinstall terlebih dahulu.
Install melalui Repository untuk memudahkan instalasi paket. Cari paket yang dibutuhkan dibawah ini melalui “Synaptic Package Manager” untuk Ubuntu, dan “Adept Package Manager” jika menggunakan Kubuntu.

Paket yang dibutuhkan (Ubuntu):

compiz, compizconfig-settings-manager, emerald (optional)

di Kubuntu:

compiz compizconfig-settings-manager compiz-kde compiz-fusion-plugins-main compiz-fusion-plugins-extra emerald librsvg2-common

Untuk menjalankan Compiz (jika belum aktif), tekan tombol ALT+F2
kemudian ketik:

compiz –replace

* jika anda tidak bisa mengaktifkan compiz, lihat pada bagian Troubleshooting dibawah

Untuk mengaktifkan berbagai efek, jalankan Advanced Desktop Effects Settings
Pilih efek dan animasi yang diinginkan
penting! semakin banyak efek yang jalan, akan semakin memberatkan dekstop anda.

selain window decorator default bawaan compiz, ada 3 pilihan decorator yang lain untuk menghasilkan tampilan border dan widget yang berbeda.
bagi pengguna Kubuntu:

kde-window-decorator –replace

Ubuntu (Gnome):

gtk-window-decorator –replace

dan untuk yang suka dengan emerald:

emerald –replace

emerald decorator memiliki tampilan yang lebih bagus. aktifkan emerald jika anda ingin menggunakan themes emerald.

Menjalankan otomatis Compiz
Di Ubuntu
Compiz sudah bisa jalan otomatis ketika start up.

*update:
Untuk menjalankan Emerald agar otomatis ketika startup:
Masuk ke “System => Preferences => Sessions”
pada tab “Startup Programs” klik “Add”
Isikan Name dengan “Emerald”
Kolom Command dengan “emerald –replace”
Description: “Emerald Theme Manager”

klik OK.
Jangan lupa untuk beri tanda centang pada pilihan “Enabled”

Untuk Kubuntu
jika belum auto start, perlu membuat file auto start.
buka Konsole, dan ketikkan:

echo “compiz –replace” > ~/.kde/Autostart/startcompiz.sh
chmod +x ~/.kde/Autostart/startcompiz.sh

perintah tersebut untuk membuat file autostart di folder /home/USER/.kde/Autostart
sehingga ketika KDE dijalankan, compiz akan otomatis langsung dijalankan.

jika menggunakan emerald, dan ingin otomatis dijalankan juga, ubah file startcompiz.sh menjadi:

compiz –replace &
emerald –replace &

Troubleshooting
Jika anda tidak bisa menjalankan Compiz Fusion ketika pertama kali digunakan, ada beberapa kemungkinan.
1, VGA anda belum support 3D Effects
2. VGA anda belum di support oleh Compiz
3, Driver VGA anda belum terinstall.
4, Driver telah terinstall, namun butuh Xserver-Xgl

ubuntu

Failed to acquire org.gnome.SettingsDaemon

Sore ini balik dari kantor langsung nyalain laptop. Seperti biasa, boot ke Ubuntu Hardy (8.04).
Setelah memilih Ubuntu dari Grub, mulai tampak sesuatu yang janggal. loading Ubuntu berubah menjadi console mode, dan stuck pada salah satu baris cukup lama. Memang akhirnya sukses loading, dan masuk ke tampilan login GDM.

Namun masalah nya muncul setelah login.Sebelum tampilan desktop keluar, muncul jendela pesan error yang mengatakan bahwa terjadi kegagalan pada saat memulai GNOME Settings Daemon.
Pesan kesalahannya seperti berikut:

GNOME Settings Daemon

Setelah itu desktop tampil secara normal. Tapi tampaknya memang ada yang salah dengan GNOME. Saya pun langsung tekan tombol restart untuk memastikannya.

Ketika restart, masalah yang sama terjadi lagi. Dan jendela pesan error ini muncul kembali.
Kelihatannya memang ada kegagalan pada saat memulai “gnome-settings-manager”.
Untuk memastikannya, saya coba jalankan melalui Terminal.
$ sudo gnome-settings-manager

Dan keluarannya seperti ini:
** (gnome-settings-daemon:6794): WARNING **: Failed to acquire org.gnome.SettingsDaemon
** (gnome-settings-daemon:6794): WARNING **: Could not acquire name

Upps… Google pun jadi senjata pamungkas.
Berdasarkan hasil penelusuran, tampaknya masalah ini merupakan bugs. bisa dilihat pada:
https://bugs.launchpad.net/ubuntu/+source/gnome-settings-daemon/+bug/199960/+activity

Dan untungnya, saya menemukan solusi untuk masalah ini.
Caranya dengan mengubah 2 file berikut:

ubuntu

Install Ubuntu 8.04 dari USB Flashdisk

Berikut panduan singkat instalasi Ubuntu dari USB Flashdisk.

Kenapa menggunakan Flashdisk?
1. Loading lebih cepat.
2. Menghemat optik CD/DVDROM
3, Buat yang mendapatkan Ubuntu via download, tidak perlu burning ke CD terlebih dahulu.

Requirement:
1. USB Flashdisk minimal 1GB.
2. Sistem Operasi Linux (prefer Ubuntu) untuk menseting flashdik.
3. Pastikan komputer anda bisa booting dari USB

Langkah-langkah:
1. Download file iso Ubuntu 8.04 melalu situs resmi atau di di server mirror:
http://www.ubuntu.com/
ftp://kambing.ui.edu/pub/
ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases/

2. Download file isostick.sh berikut ini, dan gabungkan dalam satu folder dengan iso ubuntu.
$ wget http://www.startx.ro/sugar/isotostick.sh

3. Buat usb flashdisk anda agar bisa bootable.
$ sudo parted /dev/sdb set 1 boot on

PERHATIAN: /dev/sdb adalah lokasi USB flashdisk anda. Ubah lokasi nya jika flashdisk anda terbaca di lokasi yang lain. PASTIKAN lokasi flashdisk anda telah benar.

4. Jalankan script isostick.sh tadi dan buat bootdisk nya ke flashdisk anda.
$ sudo ./isotostick.sh ubuntu-8.04-desktop-i386.iso /dev/sdb1

5. Tunggu beberapa saat, dan jika semua nya benar dan lancar, selanjutkan akan muncul pesan seperti:
….
Installing boot loader
USB stick set up as live image!

6. Setelah selesai, unmount flashdisk anda, dan restart komputer. ubah urutan booting agar boot awal dari USB.

Selamat Mencoba

*semoga berhasil!*

Just a joke

Funny Linux Commands

Some funny commands at Linux:

enjoy it:

% cat “food in cans”
cat: can’t open food in cans

% nice man woman
No manual entry for woman.

% “How would you rate Quayle’s incompetence?
Unmatched “.

% Unmatched “.
Unmatched “.

% [Where is Jimmy Hoffa?
Missing ].

% ^How did the sex change operation go?^
Modifier failed.

% If I had a ( for every $ the Congress spent, what would I have?
Too many (‘s.

% make love
Make: Don’t know how to make love. Stop.

% sleep with me
bad character

% got a light?
No match.

% man: why did you get a divorce?
man:: Too many arguments.

% !:say, what is saccharine?
Bad substitute.

% %blow
%blow: No such job.

% \(-
(-: Command not found.

$ PATH=pretending! /usr/ucb/which sense
no sense in pretending!

$ drink matter
matter: cannot create

From:
http://frankmash.blogspot.com/2006/03/linux-commands-funny-linux-commands.html

For Life

Against Spam with GMail

Mungkin sudah pada tahu kalau GMail punya trik untuk alamat email kita. Contohnya adalah penggunaan “+” dan “.” pada nama email kita. Fitur ini bisa kita manfaatkan untuk menyaring sumber email agar terhindar dari spam.

Contohnya, jika kita punya alamat email “[email protected], maka kita bisa menambahkan string baru di nama email kita dengan menambahkan “+” menjadi “[email protected]“. Alamat email ini akan tetap masuk ke inbox GMail kita. Yang nantinya bisa kita tambahkan ke dalam filter email kita.
Lainnya, kita juga bisa menambahkan “.” pada nama email kita menjadi “[email protected]” atau “….na.m.a.s.a.y.a…@gmail.com“. Tentu saja email yang terkirim ke alamat tersebut akan tetap masuk ke inbox kita.

Hal ini berguna untuk menyaring sumber email yang datang. Misalkan kita perlu mendaftar ke suatu website yang mengharuskan kita untuk mencantumkan alamat email kita. Sedangkan kita tidak percaya apakah aman mencantumkan alamat email kita disitu. Dengan trik ini, kita akan bisa mengetahui, website tersebut bisa dipercaya atau tidak.
Pada saat mencantumkan alamat email, tambahkan “+” sehingga menjadi “[email protected]“. Dan ketika kita mendapatkan email di inbox kita dengan isi dan sumber yang tidak jelas dan ditujukan ke alamat tadi, maka bisa kita pastikan bahwa website tadi tidak bisa dipercaya. Bisa jadi dia menjual alamat email anda ke pihak lain, atau menggunakannya sendiri untuk hal-hal yang tidak berkaitan (baca: Spam). Dengan begitu anda bisa memasukkan website tadi ke daftar-hitam anda.
Namun cara ini tidak selalu berhasil. Beberapa website menolak penggunaan “+” pada alamat email. Sehingga kita perlu menggunakan trik lain. Gunakan saja “.” pada nama email anda menjadi “[email protected]“. Usahakan agar selalu unik. Artinya pola titik yang anda gunakan berbeda untuk tujuan masing-masing, agar memudahkan anda mengingat dimana anda memberikan alamat email tersebut.

catatan: Jika username terdaftar anda adalah “namasaya“, maka anda tidak bisa melakukan login dengan menggunakan “.” menjadi “nam.a.saya“. Ketika login anda tetap harus menggunakan username asli anda. Kecuali ketika pertama mendaftar anda telah menggunakan “.” pada username anda.

Trik lain yang lebih menarik adalah menggunakan alamat “@googlemail.com“. Anda bisa menggunakan alamat email “[email protected]” sama seperti “[email protected]. Keduanya milik Google, dan akan masuk ke inbox yang sama. Maksudnya, jika anda telah memiliki account “[email protected]“, maka anda bisa menggunakan “[email protected]” tanpa perlu mendaftar lagi. Jadi seakan-akan anda memiliki 2 alamat email (*).
Dengan menggabungkan trik yang sebelumnya, maka kita akan memiliki filter yang lebih lengkap lagi. “[email protected]” akan tetap masuk ke inbox “[email protected]“. Ketika ada email spam yang masuk dengan tujuan alamat tersebut, kita bisa langsung memberikan penyaringan pada inbox kita agar setiap email yang masuk dengan tujuan alamat email tersebut langsung diarahkan sebagai spam, atau langsung hapus.

Dengan begini kita bisa sedikit merasa lebih aman dalam memberikan alamat email kita. Sehingga inbox kita bisa lebih bersih dari spam.
Memang filter spam di GMail sendiri sudah lebih baik. Saya sendiri sangat jarang sekali mendapatkan email spam. Bahkan hampir tidak pernah, meskipun sering mendaftarkan email saya ke banyak situs.
Namun kita sebagai pengguna, akan lebih baik kalau selalu bersikap “cari aman” dalam ber-internet. Terutama kepada pihak yang sering menjual alamat email kita kepada pihak lain. Untuk itu lah trik ini sangat berguna.

Semoga bermanfaat. ^^’

(*): Penjelasan kenapa Google memiliki 2 domain (GMail dan Googlemail) untuk alamat email bisa dibaca disini:
http://mail.google.com/mail/help/intl/en-GB/googlemail.html
http://news.bbc.co.uk/1/hi/business/4354954.stm