Kebesaran Sriwijaya yang nyaris tak tersisa

palembang

Kenapa mayoritas orang Palembang di Sumatra Selatan mirip China, walau ia
beragama Islam? Itulah sebagian ‘sisa hidup’ peninggalan Kerajaan Sriwijaya
yang pernah
berjaya di kawasan Asia. Kerajinan tenun songket khas Palembang, pakaian
adat Palembang yang mirip China, dan tari-tarian tradisional, termasuk
peninggalan Sriwijaya yang hingga kini masih dapat kita nikmati. Apakah
empek-empek juga termasuk jenis udapan yang sudah dikenal pada masa
Sriwijaya berjaya? Mungkin saja begitu.

Pada abad ke 7 hingga 13 M, Sriwijaya mengalami zaman keemasan. Sebagai
kerajaan maritim, namanya dikenal hingga ke mancanegara. Kekuatan maritim dapat
dilacak dari peninggalan kemudi kapal Sriwijaya yang ditemukan di
Sungai Buah, Palembang, pada 1960-an. Kemudi yang terbuat dari kayu onglen
hitam itu panjangnya mencapai delapan meter. Tak heran kalau armada kapal
milik Sriwijaya mampu berlayar ke China dengan membawa komoditas perkebunan,
seperti cengkeh, pala, lada, timah, rempah-rempah, emas, dan perak.
Barang-barang itu dibeli
atau ditukar dengan porselin, kain katun, atau kain sutra.
Pada masa kegemilangannya, banyak pendatang dari mancanegara singgah ke
Sriwijaya sekadar untuk tetirah atau berniaga. Beragam jenis kapal bertambat
di pelabuhan Sungai Musi. Mereka juga bermukim di kerajaan yang dulunya
menjadi pusat pendidikan ajaran Budha dan ilmu pengetahuan. Beberapa bangsawan
dan orang kebanyakan menikah dengan
pendatang dari China. Tak heran kini mayoritas orang Palembang kebanyakan
berkulit kuning langsat dan bermata sipit. Apabila para bangsawan Sriwijaya tak
dibantai habis
pasukan Majapahit, kemungkinan mereka adalah keturunannya. Nasib ribuan
pendeta Budha juga tak jelas hingga kini. Apakah mereka dihabisi pasukan
Majapahit atau menyingkir ke Tanah Jawa, Thailand, China, dan India? Atau
mereka harus berganti agama kala Islam masuk ke bekas kerajaan Sriwijaya? Tapi
yang jelas,
sebagian dari mereka adalah keturunan para pedagang China, dan juga para bajak
laut asal
China yang menguasai jalur sungai dan laut selama 200 tahun lamanya,
usai Sriwijaya hancur lebur diserbu Majapahit. Keganasan para perompak itu
berakhir setelah Panglima Perang Chengho yang diutus penguasa China datang dan
memerangi mereka.

Sebagian perompak yang selamat dari serbuan Chengho, lalu alih usaha
di daratan, beranak pinak, dan membentuk koloni tersendiri. Mereka
memutus tradisi dan nilai-nilai yang berkembang di tanah leluhur bangsa China,
dan
sebaliknya menanamkan kehidupan khas perompak yang berangasan. Sebuah
tugu prasasti di Kampung Kapiten, Kelurahan Tujuh Ulu, Kecamatan Seberang
Ulu I, Palembang, menunjukkan pemujaan kepada Dewa Samudra, sebagai peringatan
adanya komunitas China yang menetap di Palembang. Adakah kaitan
antara mereka dan ‘Preman Palembang’ yang kini tersohor itu? Sepertinya
perlu ada penelitian yang lebih mendalam. Kalau di Palembang ada Kampung Jawa,
bisa jadi mereka adalah keturunan pasukan Majapahit yang menetap disana.

Secuil peninggalan berbentuk benda mati seperti arca kini masih bisa Anda simak
di Museum Bala Putradewa, Palembang, Sumatra Selatan. Tercatat ada 2 museum
lagi di Palembang, yaitu Museum Situs Taman Purbakala Sriwijaya (TPKS) dan
Museum Sultan Badaruddin II, namun semuanya tak terawat dengan baik. Perlu ada
upaya pemerintah untuk menyatukan ketiganya, dan menamai museum itu ‘Museum
Sriwijaya’.

Sejak penjajahan Belanda hingga kini, sisa-sisa kejayaan Sriwijaya berupa
barang antik telah pindah tangan ke luar negeri. Palembang, Jambi, dan Lampung
adalah padang perburuan
bagi kolektor dan pedagang barang antik. Kini tak lagi tersisa.

Dimanakah pusat Kerajaan Sriwijaya?

Itulah pertanyaan yang hingga kini masih menggantung, karena belum juga
ditemukan peninggalan istana atau kraton. Kemungkinan besar pada saat
penyerbuan pasukan Majapahit, istana tersebut dibumi hanguskan. Sejumlah
manuskrip dan prasasti tentang kerajaan Sriwijaya juga banyak yang telah rusak,
hilang, atau masih terkubur dalam tanah. Ketidak lengkapan temuan arkeologis
tersebut menyebabkan para peneliti kesulitan menyusun sejarah kemunculan
dan pertumbuhan Kerajaan Sriwijaya secara lengkap dan runtut.

Sejarah Sriwijaya justru banyak disusun berdasarkan berita-berita dari
pengelana asing, seperti dari China, India atau Arab. Setidaknya ada 18 situs
dari masa Sriwijaya di Palembang. Empat situs diantaranya memiliki penanggalan
sekitar abad ke-7 sampai ke-9, yaitu situs Candi Angsoka, prasasti Kedukan
Bukit, situs Kolam Pinishi, dan Situs Tanjung Rawa. Beberapa prasasti juga
telah ditemukan, yang isinya menceritakan keberadaan Sriwijaya dan kutukan bagi
para pembangkang. Beberapa peninggalan Sriwijaya juga ditemukan di Jambi,
Lampung, Riau, dan Thailand.

Kebesaran Sriwijaya juga terlacak dari peninggalan di India dan Jawa. Prasasti
Dewapaladewa dari Nalanda, India, abad ke-9 Masehi menyebutkan, Raja
Balaputradewa dari Swarnadipa (Sriwijaya) membuat sebuah biara. Prasasti
Rajaraja I tahun 1046 mengisahkan pula, Raja Kataha dan Sriwiyasa
Marajayayottunggawarman dari Sriwijaya menghibahkan satu wilayah desa
pembangunan biara Cudamaniwarna di kota Nagipattana. India. Manuskrip sejarah,
seperti Kitab Sejarah Dinasti Song dan Dinasti Ming, berada di China. Raja
Sriwijaya juga mendukung penuh pembangunan Candi Borobudur di Pulau
Jawa yang terbuat dari batu gunung. Sedangkan candi-candi peninggalan
Sriwijaya di Sumatra semuanya terbuat dari batu bata yang cepat aus dimakan
zaman. Kenapa? Karena lokasinya jauh dari gunung.

Kabar terakhir datang dari Malaysia. Raimy Che-Ross, peneliti Malaysia,
pada tahun lalu menemukan sebuah kota yang hilang di pedalaman Johor.
Rahasia itu terkuak berawal dari sebuah naskah kuno milik Stamford Raffles.
Ia memperkirakan reruntuhan puing itu berasal dari kota Gelanggi yang pada 1025
M diserbu pasukan Chola dari India Selatan pimpinan Raja Rajendra Cholavarman.
Kota itu
dulunya terkait erat dengan Kerajaan Sriwijaya. Pada 1612, Tun Seri
Lanang, bendahara Royal Court di Johor, menyebut kota Gelanggi yang
hilang sebagai Perbendaharaan Permata (Treasury of Jewels). Sebagai
catatan, pasukan Cola bergabung dengan Kerajaan Majapahit untuk menyerbu
Sriwijaya pada 1377 hingga ludes. Palembang pun lalu jadi kota mati, dan
tak lama kemudian dikuasai para perompak dari China. Para bajak laut
itu digempur pasukan China pimpinan Chengho, armada Majapahit dengan
dukungan Raja Aditiawarman dari Kerajaan Melayu.

Sriwijaya telah hilang ditelan zaman

Menurut budayawan dan ketua Dewan Kesenian Sumatra Selatan (DKSS) Djohan
Hanifah
kepada Kompas, kebesaran Sriwijaya benar-benar terputus oleh kekuasaan Kerajaan
Palembang Darussalam dan Belanda, yang membangun budaya jauh berbeda. “Beberapa
candi dan peninggalan Sriwijaya sempat dihancurkan dan dikubur dalam tanah
dengan alasan teologis. Estetika, ilmu pengetahuan, dan seni yang berkembang
pada masa Sriwijaya
tak lagi tumbuh pada masa berikutnya sampai sekarang,” ujarnya.

Kebesaran Sriwijaya
memang benar-benar telah hilang dimakan nafsu para penjarah, perselingkuhan
politik kekuasaan, penyebaran agama baru, dan lalu musnah ditelan zaman.
Kota Palembang yang kini kian metropolis dan hingar bingar membuat peninggalan
masa lalu jadi bertambah kesepian. Pertanyaan penting: Masih adakah spirit
untuk membangkitkan kembali kebesaran masa lalu di hati sanubari
masyarakat Sumatra Selatan, khususnya penduduk Palembang? Walahualam.

==================================
Runtutan Waktu (Timeline) – M/AD
_________________
400
Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah
kerajaan-kerajaan
dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain candi, patung dewa, seni
ukir, barang-barang logam.
_________________
650
Kerajaan Sriwijaya mampu mengendalikan Selat Malaka selama 640 tahun,
sejak 650 hingga ditaklukkan Singosari pada 1290.
——
Raimy Che-Ross, peneliti Malaysia, pada 2004 menemukan sebuah kota yang hilang
di pedalaman Johor (bertarikh 650 M). Berawal dari sebuah naskah kuno milik
Stamford Raffles.
Ia memperkirakan reruntuhan puing itu berasal dari kota Gelanggi yang pada
1025 diserbu pasukan Chola dari India Selatan pimpinan Raja Rajendra
Cholavarman.
_________________
671
I Tsing, seorang pendeta Budha dari Cina, berangkat dari Kanton ke India.
Ia singgah di Sriwijaya untuk belajar tatabahasa Sansekerta, kemudian
ia singgah di Melayu selama dua bulan, dan baru melanjutkan perjalanannya
ke India.
_________________
682
Dapunta Hyang Sri Jayanasa bersama balatentaranya mendirikan wanua
(tempat tinggal) Sriwijaya.
__________________
684
Pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.
__________________
685
I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk
menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina.
_________________
692
Salah satu kerajaan Hindu di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan berkembang
menjadi besar dan pusat perdagangan yang dikunjungi pedagang Arab, Parsi, Cina.
Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah,
emas, perak. Sebagian dari Semenanjung Malaya, Selat Malaka, Sumatera Utara,
Sunda, Jambi termasuk kekuasaaan Sriwijaya. Pada masa ini perkembangan kerajaan
Sriwijaya berkaitan dengan masa ekspansi Islam di Indonesia dalam periode
permulaan. Sriwijaya dikenal juga sebagai
kerajaan maritim.
_________________
800
Candi Borobudur dibangun kerabat dan rakyat wangsa/dinasti Cailendra (750-842)
yang
berkuasa pada saat itu. Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat,
Kamboja. Borobudur tersusun dari batu lahar seluas 55 ribu m2 dan berada
di atas bukit. Candi ini sempat dipugar atas bantuan UNESCO, pada Agustus
1983 ditetapkan sebagai tempat bersejarah dunia.
—-
Prasasti Dewapaladewa dari Nalanda, India, abad ke-9 Masehi menyebutkan,
Raja Balaputradewa dari Swarnadipa (Sriwijaya) membuat sebuah biara.
_________________
1100
Islam diperkirakan mulai masuk ke Indonesia pertama kali melalui Aceh pada
abad 11-12 M (Samudra Pasai).
_________________
1025
Pasukan Chola dari India pimpinan Raja Rajendra Cholavarman menggempur
kota Gelanggi (kini Johor pedalaman). Sebelumnya menggempur kota Gangga
Negara (kini Beruas di Perak).
__________________
1046
Raja Kataha dan Sriwiyasa Marajayayottunggawarman dari Sriwijaya menghibahkan
satu wilayah desa pembangunan biara Cudamaniwarna di kota Nagipattana, India.
_________________
1270 – 1297
Malikussaleh, raja Kerajaan Islam Samudera Pasai yang pertama kali membawa
masuk ajaran Islam ke Asia Tenggara. Di samping makamnya yang sederhana,
terdapat juga makam putranya, Malikuddhahir
(1297-1326 M).
_________________
1290
Kerajaan Singosari menaklukkan Sriwijaya.
_________________
1345 – 1346
Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra Pasai dalam perjalanannya ke dan
dari China. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang
sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Cina.
Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra Pasai adalah seorang pengikut
Mahzab Syafi’i salah satu ajaran dalam Islam.
_________________
1350 – 1389
Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan Raja Hayam Wuruk dan
patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan Indonesia
bahkan Jazirah Malaka sesuai dengan “Sumpah Palapa” Gajah Mada yang
ingin Nusantara bersatu.
____________________
1377
Kerajaan Sriwijaya runtuh sebagai akibat pemisahan negara penghibah upeti
dan penyerbuan massal oleh Kerajaan Cola dari India Selatan dan Kerajaan
Majapahit.
Akhirnya, Sriwijaya ditaklukkan armada bajak laut China. Palembang kemudian
dikuasai secara berturut-turut oleh para perompak dari China, Kesultanan
Palembang Darussalam, dan pemerintah kolonial Belanda.
_________________
?
Perompak asal China menguasai jalur sungai dan laut di Sumatra selama
200 tahun lamanya. Keganasan para perompak itu berakhir setelah Panglima
Perang Chengho yang diutus penguasa China datang dan memerangi mereka.
_________________
1512 – 1515
Tome Pires, seorang ahli obat-obatan dari Lisbon menghabiskan waktunya
di Malaka dan membuat buku yang berjudul Suma Oriental. Menurut Pires
pada masa itu sebagian besar raja-raja Sumatra beragama Islam, mulai
dari Aceh sebelah utara terus menyusur ke pesisir timur hingga
Palembang para penguasanya beragama Islam.
_________________
1600
Kerajaan Palembang Darussalam tumbuh sejak abad ke-16, namun tidak
meneruskan kebesaran Sriwijaya.
_________________
1612
Tun Seri Lanang, bendahara Royal Court di Johor, menyebut kota Gelanggi
yang hilang sebagai Perbendaharaan Permata (Treasury of Jewels). Kota ini
konon masih ada kaitan erat dengan Kerajaan Sriwijaya.
_________________
1682 Pasukan VOC dipimpin Francois Tack dan Isaac de Saint Martin
berlayar menuju Banten guna menguasai perdagangan di Banten. VOC
merebut dan memonopoli perdagangan lada di Banten. Orang-orang Eropa
yang merupakan saingan VOC diusir. Orang-orang Inggris mengundurkan
diri ke Bengkulu dan Sumatera Selatan satu-satunya pos mereka yang
masih ada di Indonesia.
_______________
?
Sultan Mahmud Badaruddin I
__________________
?
Sultan Mahmud Badaruddin II
__________________
1700 – 1900
Kekuasaan Belanda merasuki daerah Palembang sejak awal abad ke-18 sampai
dengan pertengahan abad ke-20 M. Lebih bercorak Kristiani, dan menekankan
perdagangan untuk mengembangkan wilayah jajahan. Kondisi itu semakin menjauhkan
kemegahan Sriwijaya.
__________________
1851
Kesultanan Palembang Darussalam runtuh.
__________________
1892
Desember – JK van der Meulen menemukan prasasti Kota Kapur di dekat Sungai
Mendo, Bangka. Prasasti di atas tanggul batu itu berisi kutukan bagi mereka
yang tidak taat kepada Raja Sriwijaya.
__________________
1918
Nama Sriwijaya mulai dikenal sebagai kerajaan sejak G. Coedes menerbitkan
artikel berjudul ‘Le Royaume de Crivijaya’.
__________________
1920
17 November – Ditemukan prasasti Talangtuo di Desa Gandus, Palembang. Berisi
tulisan
huruf palawa berbahasa Melayu Kuno bertarikh 684 H, menyebutkan tentang
pembangunan Taman Sriksetra oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa.

30 Desember – Ditemukan prasasti Kedukan Bukit di tepi Sungai Kedukan Bukit,
Palembang. Prasasti bertarikh 682 M yang dipahat batu kali itu menceritakan
perjalanan Dapunta Hyang bersama balatentaranya untuk mendirikan wanua (tempat
tinggal) Sriwijaya.

*disadur langsung dari:
http://osdir.com/ml/culture.region.indonesia.ppi-india/2005-03/msg00922.html

Published by Miaz Akemapa

Book minded!!!

Reader Comments

  1. tapi brow…dikau koq ndak mirip orang china, jangan2 kau bukan aseli palembang lageeeh

    HIDUP PERSIB, *kick* seriwijaya FC he he…

    *peace ah πŸ˜€

  2. hi,pas nyari2 tentang sriwijaya masuk ke dalam blog ini. nice blog. kebetulan gw lagi riset untuk kerjaan gw tentang sriwijaya. gw rada kesulitan menemukan bahan. kalo lo bersedia menghubungi gw via email supaya kita dapet tuker info gw akan senang sekali. oiya, kerjaan gw ini bernama Nusantara Online, sebuah MMORPG buatan Indonesia. thx banget ya. ditunggu kabarnya.

  3. Aku sudah lama tahu masa keemasan kerajaan sriwijaya. walaupun sekarang aku di Jogjakarta, aku akan terus berusaha untuk melakukan sesuatu untuk tanah kelahiranku, SRIWIJAYA.

  4. The Rise of Sriwijaya Empire

    Pada tahun 600 Masehi terdapat suku di pedalaman Sumatera Selatan yang di kenal dengan nama suku Sakala Bhra ( purba ) yang berarti Titisan Dewa , suku ini mendiami daerah pegunungan dan lembah bagian utara di sekitar gunung Seminung daerah perbatasan Sumatera Selatan dengan Lampung .
    Suku ini terpecah menjadi dua kelompok masyarakat, yang pertama yang mendiami kawasan sekitar gunung Seminung dan turun ke lembah bagian utara sampai ke Lampung kemudian sebagian lagi turun ke daerah bawah dengan mengikuti aliran sungai di daerah huluan sumatera selatan yang kemudian di kenal dengan suku SAMANDA_DI_ WAY yang berarti orang yang mengikuti aliran sungai dan berakhir di Minanga ( Purba ), suku ini yang kelak kemudian asal mula suku Daya, Komering, Ranau,. ( Van Royen -1927 )

    Minanga karena kedudukannya di tepi Pantai di tinjau dari berbagai segi memikul beban sebagai ibukota negara. Adapun bahasa yang mereka pergunakan adalah Bahasa Malayu Kuno atau Proto Malayu yang merupakan cikal bakal bahasa komering, didaerah uluan sumatera selatan.

    Kerajaan tersebut di pimpin oleh seorang Raja yang hebat dan sakti , yang bernama JAYA NAGA kemudian oleh masyarakat pedalaman di beri Gelar DA-PUNTA-HYANG yang berarti Maha Raja yang Keramat , sekarang pun di daerah uluan sumatera selatan masih dapat kita kenal gelar Pu-Yang untuk orang yang kita anggap sesepuh maupun orang yang mempunyai kesaktian tinggi..
    Kerajaan ini kemudian di kenal dengan negeri kedatuan SRIWIJAYA disebut juga dalam kronik ( tulisan ) di negeri china yaitu kerajaan Shi Li Fo Shih
    Kerajaan ini setiap tahun nya mengirim utusan ke negeri china tercatat sejak tahun 670 s/d 742 yang pada saat itu di negeri China sedang berkuasa Dinasti Tang ( 618–907 ).
    Disebut pada dalm satu tulisan di negeri China bahwa ada kerajaan dari laut china selatan yang selalu mengirim utusannya ke Tiongkok, kerajaan itu bernama Shi-Li-Fo-Shih yang di transeleterasikan menjadi Sriwijaya.
    Pada tahun 671 Masehi seorang pendeta China yang bernama It-Tsing mengunjungi kerajaan ini dalam perjalanannya menuju India untuk memperdalam ajaran Budha.
    It-Tsing menetap 6 bulan di Minanga ibukota kedatuan Sriwijaya untuk memperdalam bahasa Sansekerta , dengan bantuan Dapunta Hyang Sri Jaya Naga , It-Tsing Berangkat menuju tanah Melayu ( Jambi ) dan menetap selama 2 bulan sebelum melanjutkan perjalanan melalui Kedah terus keutara menuju India.

    Dapunta Hyang Sri JayaNaga sangat di sayangi dan di sanjung oleh rakyatnya karena selain mempunyai kesaktian tinggi juga merupakan pemimpin yang arief , bijaksana dan adil terhadap rakyatnya. Jaya Naga juga seorang penganut Budha yang taat. Dengan Kesaktiannya ia dapat mengetahui dan membaca gerak gerik alam, langit, matahari,bulan, bintang , hawa, hujan, angin, batu, tanah dan hewan, sehingga penduduk kedatuan ini menganggap Jaya Naga merupakan sosok titisan Dewa diatas Brahmana yang merupakan perantara manusia dengan sang Ghaib yang diturunkan ke bhumi untuk menjaga dan melindungi pulau surga (Swarna Dwipa). Setiap kata yang diucapkannya merupakan petunjuk, setiap petuah dan nasehat menjadi adat dan istiadat, kebaikannya merupakan anugerah dan kebahagian bagi penduduk dan kemarahan beliau merupakan malapetaka.
    Setiap daerah taklukkannya Jaya Naga selalu menunjuk pemimpin setempat yang di ambil dari Jurai Tua ( sesepuh masyarakat ) untuk menjadi Datu ( Ratu – pemimpin ) di daerahnya sendiri tetapi tetap terikat sebagai bagian dari daerah kedatuan Sriwijaya.
    Jaya Naga juga mampu menyatukan beberapa rumpun suku yang ada di daerah pedalaman atau uluan sumatera selatan yang awalnya semua penduduk berasal dari tiga rumpun suku yang mendiami tiga gunung yang ada yaitu Gunung Seminung, Gunung Dempo dan Bukit Kaba, System pemerintahan inilah yang kelak menjadi asal mula system pemerintahan Marga yang ada di daerah uluan sumatera selatan.
    Kedatuan Sriwijaya terkenal merupakan kerajaan yang makmur dengan hasil alamnya berupa kayu kamper, kayu gaharu, Pinang, cengkeh, pala, kepulaga, gading, emas, dan timah yang membuat raja Sriwijaya sekaya raja-raja di India. Selain itu juga kerajaan Sriwijaya merupakan pusat kebudayaan agama Budha Mahayana yang mana daerah ini merupakan perlintasan perjalanan para pendeta budha yang ingin memperdalam pertapaannya dari India ke China maupun sebaliknya, dan dalam perkembangannya kerajaan Sriwijaya merupakan pusat Studi agama Budha di kawasan Asia tenggara terutama daerah semenanjung Selat Malaka dan Selat Sunda terbukti dari catatan It-Tsing, kerajaan Sriwijaya mempunyai 1.000 pendeta Budha, pendeta Budha yang cukup terkenal dari Kedatuan Sriwijaya ini bernama Sakyakirti.
    Penduduk kerajaan ini sebagian merupakan petani dan sebagian lagi merupakan saudagar yang melakukan perdagangan dengan India , Melayu dan China . Pedagang dari Tiongkok dagang ke Sriwijaya dengan membawa keramik ,porselein dan sutra untuk di tukarkan dengan emas, permata dan komoditas lain dari negeri ini yang merupakan tempat dimana komoditas penting pada jaman itu sampai dengan sekarang merupakan kekayaan alam pulau ini sehingga orang pada masa itu menyebut pulau ini dengan Pulau Surga ( Swarna Dwipa ) .
    Kerajaan ini di aliri oleh sungai-sungai ( kanal-kanal) kecil yang memasuki perkotaan sehingga perahu merupakan sarana transportasi penting masyarakat kota tersebut sehingga kerajaan ini terkenal dengan armada kapal – kapal yang kuat dan rapi yang kemudian dapat menguasai seluruh kawasan pelayaran di selat Malaka dan selat Sunda .

    Pada saat itu pelabuhan Palembang yang merupakan pintu masuk ke perairan sungai-sungai yang ada di uluan sumatera selatan banyak di kuasai perompak-perompak.
    Kondisi seperti ini membuat kapal kapal yang berlayar di pantai timur pulau sumatera berlabuh di pelabuhan Melayu ( Jambi ) kemudian melanjutkan pelayaran tanpa memasuki pelabuhan Palembang.
    Kisah perkembangan kerajaan Sriwijaya ini dimulai dari apa yang diutarakan dalam Prasasti Kedukan Bukit. Pada Hari kesebelas bulan terang bulan Wai Saka tahun 605, Dapunta Hyang Jayanaga berperahu kembali ke Minanga selepas melakukan pertapaan di gunung Seminung. Dalam pertapaannya Jaya Naga meminta restu dan memohon petunjuk dan kekuatan dari sang Ghaib di Gunung Seminung untuk menaklukkan tempat-tempat yang strategis agar dapat menguasai jalur pelayaran di Laut Cina Selatan di karenakan pada waktu itu Minanga ( ibukota kerajaan ) terletak dalam suatu teluk dimana sungai komering bermuara kurang strategis di pandang dari sudut perdagangan.

    Untuk Mewujudkan cita – citanya tersebut Dapunta Hyang Sri Jaya Naga melakukan konsolidasi dengan daerah belakang yang satu rumpun yaitu rumpun Sakala Bhra (Purba). Kemudian Dapunta Hyang Sri Jaya Naga menaklukan daerah yang juga satu Rumpun tersebut yang terletak di sekitar bukit Pesagih di Hujung Langit Lampung Barat dan kemudian semua penduduk di ikat oleh Sumpah setia kepada Dapunta Hyang Sri Jaya Naga untuk menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya. ( Prasasti Hujung Langit – Lampung Barat )
    Sepulang dari penaklukan daerah belakang makin kuatlah pasukan kerajaan Sriwijaya yang di dukung oleh pasukan tambahan dari satu rumpun, pasukan atau laskar sriwijaya terkenal akan keberanian, dan kekuatannya.

    Dapunta Hyang Sri Jaya Naga mulai melakukan expansi pertamanya yaitu dia harus menaklukan Tanjung Palembang dan menunjuk Mukha Upang ( Kedukan Bukit ) di daerah palembang sebagai titik temu. Palembang pada jaman itu merupakan kota di pinggir pantai di mana bukit Sigiuntang merupakan tanjung palembang yang menjorok ke laut. Tempat ini adalah dataran tinggi yang merupakan mercu suar atau tempat pintu masuk ke tanjung Palembang yang merupakan akses laut menuju ke sungai sungai yang ada di sumatera.selatan.
    Pada peta pantai timur Sumatra purba di tepi pantai timur teluk purba terdapat 2 tanjung yang menjorok jauh kearah laut , kearah utara dengan jambi di ujungnya, dan yang timur menjorok kearah tenggara dengan Palembang berada diujungnya. Tanjung Palembang terbentuk oleh Bukit Siguntang sedang di selatan bukit ini terdapat teluk yang menjorok dalam lagi di mana sungai komering bermuara.

    Kemudian Dapunta Hyang Sri Jaya Naga membawa 20.000 ( Dua Puluh Ribu ) pasukannya dengan 1.312 berjalan kaki melalui daratan atau hutan belantara dan sebagian lagi membawa perahu mengikuti perairan. Selama dalam perjalanan terjadilah pertempuran – pertempuran kecil yang tidak terlalu berarti yang merupakan perlawanan dari daerah daerah yang di lintasi oleh laskar Kerajaan Sriwijaya.

    Pada tanggal 16 Juni 683 Masehi atau sekitar tujuh hari perjalanan sampailah rombongan pasukan yang di pimpin Dapunta Hyang Sri Jaya Naga di Muka Uphang. Perjalanan pasukan Sriwijaya mendapat kemenangan besar sehingga memberikan kepuasan bagi Sang Raja Dapunta Hyang Sri Jaya Naga, kemudian Sang Raja memerintahkan untuk membuat bangunan atau rumah ( barak ) untuk tempat para laskar Sriwijaya yang berjumlah 2 laksa laskar Sriwijaya , untuk mengabadikan kemenangan tersebut di pahatlah Prasati Kedukan Bukit .
    Setelah Mengadakan konsolidasi di daerah Mukha Upang ( Kedukan Bukit ) dan kemudian menguasai pelabuhan palembang , maka β€œ pada hari kedua bulan terang bulan Caitra tahun 606 Saka ( 23 Maret 684 M ) Dapunta Hyang Sri Jaya Naga sangat puas akan kesetiaan rakyat setempat. Oleh karena itu di bangunlah Taman Sriksetra dengan pesan agar semua hasil yang di dapat di dalam taman ini seperti Nyiur, Pinang, Enau, Rumbia dan semua yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, demikian pula halnya dengan tebat dan telaga agar dapat di pelihara sehingga berguna bagi sekalian makhluk. Untuk itu Dapunta Hyang Sri Jaya Naga memohon restu agar ia selalu sehat sentosa terhindar dari para penghianat yang tidak setia, termasuk para abdi bahkan oleh istri-istri beliau. Karena beliau tidak akan menetap lama beliau menambah pesannya : β€œ Walaupun dia tidak berada di tempat dimanapun dia berada janganlah hendaknya terjadi Curang, Curi, Bunuh dan Zinah di situ. Akhirnya di harapkan doa agar beliau mendapatkan Anuttara bhisayakasambodhi β€œ
    ( Parasasti Talang Tuo )

    Setahun kemudian terjadilah pemberontakan yang di pimpin oleh Perwira Lokal yaitu Kandra Kayet sehingga menimbulkan korban termasuk salah satu Panglima Perang Sriwijaya terbunuh yang bernama Tan Drun Luah, walaupun demikian Kandra Kayet yang gagah perkasa dapat di di bunuh oleh Dapunta Hyang Sri Jaya Naga dan mati sebagai penghianat.
    Untuk mengingat hal ini maka di buatlah suatu prasasti persumpahan untuk mengikat setiap para pejabat lokal yang ada di daerah taklukan agar dapat tetap setia kepada Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kalau tidak maka akan terkutuklah dan di makan sumpah ( Prasasti Telaga Batu ).

    Batu persumpahan yang dimaksud antara lain berbunyi :
    – β€œ……. kamu sekalian, seperti kamu semuanya, anak raja, bupati, panglima Besar,…….hakim pengadilan……kamu sekalian akan dimakan sumpah yang mengutuk kamu. Apabila kamu sekalian tidak setia kepada kami kamu akan dimakan sumpah. ( 1-6 )”.
    – β€œ Apabila kamu berhubungan dengan pendurhaka yang menghianati kami …………orang yang tidak tunduk kepada kami serta kedatuan kami kamu akan di bunuh oleh sumpah kutuk ini. ( 7-8 ) β€œ.
    – β€œ Apabila kamu menabur emas permata untuk meruntuhkan kedatuan kami atau menjalankan tipu muslihat………..dan apabila kamu tidak tunduk kepada negara kedatuan kami maka terkutuklah kamu akan dimakan dibunuh sumpah kutuk. ( 11-12 ) β€œ.
    – β€œ Demikian pula apabila kamu melawan kepada kami di daerah-daerah perbatasan negara kedatuan kami kamu akan dimakan, di bunuh. (13-14).
    – β€œ ……lagi pula kami tetapkan pengangkatan menjadi datu dan mereka yang melindungi sekalian daerah negara kedatuan kami putra mahkota, putra raja kedua, dan pangeran lain yang didudukan dengan pengangkatan menjadi datu, kamu akan dihukum apabila kamu tidak tunduk kepada kami ( 19-20 )”.

    Secara Geografis palembang adalah tempat yang strategis untuk menguasai lalu lintas pelayaran di Laut China Selatan. Namun kebanyakan pada waktu itu kapal – kapal berlayar singgah di kerajaan Melayu ( Jambi ) yang juga merupakan pelabuhan strategis di pantai timur sumatera kemudian kapal kapal tersebut melanjutkan perjalanannya ke utara tanpa singgah lagi di pelabuhan palembang.
    Melihat kondisi seperti ini Dapunta Hyang Jaya Naga berencana untuk menaklukan kerajaan Melayu ( Jambi ) untuk di jadikan wilayah kekuasaan kedatuan Sriwijaya.

    Dapunta Hyang Sri Jaya Naga bersama pasukannnya segera menuju Melayu, yang dari semula tanah Melayu sudah di rencanakan untuk di tundukkan.
    Pada tahun 685 di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang Sri Jaya Naga, Kerajaan Melayu takluk di bawah imperium Sriwijaya. Penguasaan atas Melayu yang kaya emas telah meningkatkan prestise kerajaan. Di abad ke-7, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan di Sumatera dan tiga kerajaan di Jawa menjadi bagian imperium Sriwijaya.
    Untuk meneruskan perjalanan ke Selatan dengan tujuan akhir adalah bumi Jawa tentu saja Melayu harus segera pula di tinggalkan. Peristiwa pemberontakan Kandra Kayet terus saja terbayang oleh sri baginda dan ini di jadikan sebagai contoh oleh Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kepada setiap pejabat lokal bahwa setiap penghianatan, walau di lakukan oleh seorang perkasa sekalipun dapat di tumpas . kemudian penduduk kerajaan Melayu pun di ikat dengan Sumpah maka di pahatlah prasasti Karang Brahi.
    Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kembali berangkat dengan melalui lautan berarti harus melalui selat Bangka . Oleh karena itu kerajaan Bangka harus pula di tundukkan lebih dahulu. Setelah menaklukan kerajaan Bangka, Dapunta Hyang Jaya Naga bersiap melanjutkan perjalanannya ke Bumi Jawa, namun sebelum keberangkatan Sri Baginda, penguasa lokal dan rakyatnya harus di beri peringatan dan di ikat dengan persumpahan untuk selalu setia kepada Dapunta Hyang Sri Jaya Naga. Demikianlah pada akhirnya : β€œ Pada hari pertama bulan terang Waiseka tahun 608 Saka atau tahun 686 Masehi Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jaya Naga meninggalkan Batu Prasasti Persumpahan yang kita kenal sebagai Parasasti Kota Kapur dan segera menuju Bumi Jawa yang tidak mau tunduk kepada Sriwijaya.
    Dalam perjalanan Sri Baginda menuju Bumi Jawa masih ada daerah yang berdiri sendiri di pantai timur Sumatera Bagian Selatan, untuk kepentingan keamanan penguasaan laut selatan, kerajaan itu harus pula di tundukan. Kerajaan itu sebenarnya berasal dari satu rumpun wangsa Sakala Bhra. Kerajaan itu adalah kerajaan Ye-Po-Ti ( Way Seputih ) di lampung Selatan. Sama dengan peristiwa- peristiwa lainnya, setiap beliau meninggalkan daerah – daerah yang rawan pemberontakan harus diadakan sumpah setia terlebih dahulu. Sumpah tersebut terpahat dalam Prasasti Palas Pasemah.
    Dari Way Seputih Rombongan langsung menuju Bumi Jawa, Dapunta Hyang Sri Jaya Naga mengutus salah Satu Panglima terbaiknya yang juga merupakan kerabat dekat kerajaan yaitu Dapunta Sailendra untuk memimpin pasukan Sriwijaya menuju Bumi Jawa. Dari data yang ada tampaknya mereka menuju Jawa tengah bagian utara.
    Pada saat inilah di nyatakan oleh berita di neger China ( Dinasti Tang ) bahwa kerajaan Sriwijaya terpecah menjadi dua bagian masing- masing mempunyai pemerintahan sendiri. ( Kronik Dinasti Tang ).
    Pada periode perkembangan kerajaaan Wangsa Sailendra di Jawa Tengah harus melaksanakan perintah Sri Baginda Dapunta Hyang Sri Jaya Naga untuk membangun candi di Ligor ( Muangthai ) candi tersebut baru selesai tahun 775 di resmikan oleh raja Wisnu dari Wangsa Sailendra.
    Sementara itu Dapunta Hyang Sri Jaya Naga kembali ke Minanga untuk melanjutkan memerintah Kedatuan Sriwijaya yang menguasai lalu lintas perdagangan di Selat Malaka dan Laut China Selatan .
    Berdasarkan prasasti Kota Kapur, Kerajaan Sriwijaya menguasai bagian selatan Sumatera hingga Lampung, mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata. Di abad ini pula, Langkasuka di semenanjung Melayu menjadi bagian kerajaan.
    akhir abad ke-8 beberapa kerajaan di Jawa, antara lain Tarumanegara dan Holing berada di bawah pengaruh Sriwijaya. Menurut catatan, pada masa ini pula wangsa Budha Sailendra di Jawa Tengah berada di bawah dominasi Sriwijaya.
    Masa berikutnya, Pan Pan dan Trambralinga, yang terletak di sebelah utara Langkasuka, juga berada di bawah pengaruh Sriwijaya.
    Di akhir Abad ke 7 ibukota Minanga telah mengalami malapetaka hingga Silap atau hilang secara misterius di telan bumi. Keadaan ini membuat Sri Baginda Dapunta Hyang Jaya Naga bersedih sehingga mengasingkan diri ke Gunung Seminung untuk bertapa sampai akhir hayatnya.( Legenda Minanga Sigonong-Gonong )

    SRIWIJAYA DI SWARNABHUMI……………

    Sejak pertapaan Dapunta Hyang Sri Jaya Naga di Gunung Seminung sekitar tahun 742 sebagian besar anggota pasukan dan rombongan yang mengikutinya terpecah masing-masing mencari tempat sendiri-sendiri, ada yang kemudian mendirikan Minanga baru dan ada juga yang lari kepulau jawa. Sementara kota Minanga sendiri menjadi mitos kota yang hilang yang sampai sekarang menjadi suatu kawasan yang paling angker yang di namakan penduduk sekitar menjadi SiGonong-Gonong yang tidak dapat dimasuki oleh sembarang orang tanpa seijin ghaib disana , siapa yang masuk ke daerah itu tanpa izin akan ikut hilang tak tampak oleh kasat mata.( Legenda Minanga sigonong-gonong ).

    Sementara itu menurut analisis Paleografi , teluk Minanga di mana sungai komering bermuara telah mengalami pendangkalan akibat dari pengendapan lumpur dari sungai komering. Pantai Timur di bagian sumatera selatan mengalami pendakalan 125 meter per tahun, dimana sejak keberangkatan Dapunta Hyang Sri Jaya Naga ke Mukha Upang ( Kedukan Bukit ) pada tahun 683 Masehi sampai dengan kepulangan tahun 742 Masehi Teluk Minanga telah mendangkal sepanjang 6 kilometer. Membuat kedudukan Minanga sudah jauh dari garis pantai timur Sumaetra , dengan posisi seperti itu maka Kerajaan Sriwijaya tidak mungkin lagi mengawasi daerah-daerah bawahannya secara efektif, sehingga lambat laun daerah yang ditaklukan dan diikat dengan persumpahan itu menjadi lepas berdiri sendiri. Daerah daerah tersebut kemudian membentuk pemerintahan lokal yang berdiri sendiri, palembang kemudian menjadi kota pelabuhan yang berdiri sendiri yang terkenal dengan nama Swarna Bhumi , Jambi menjadi kerajaan lokal dan menjadi kota pelabuhan terbesar pada saat itu. Sementara daerah uluan di sumatera selatan mereka membuat kelompok masyarakat seketurunan ( kepuhyangan ) dan hidup menyebar di pedalaman sumatera selatan yang di kenal dengan masyarakat hukum dengan azas pertalian darah ( Geneologische Rechtgemeenschap ) Dalam masyarakat hukum dengan azas seperti ini maka kekuasaan dengan sendirinya di pegang oleh seorang β€œJurai Tua” yang di sebut Pase-lurah atau Pasirah yang dikenal sekarang ini yang berkedudukan sebagai pemimpin ( primus inter pares ). Kewajiban pemimpin tidak lebih dari memelihara dan mempertahankan hukum yang mereka sepakati dan di jadikan adat bagi sesama mereka, menjaga batas – batas wilayah dan menjaga batas-batas antara yang boleh dan yang terlarang.

    Di daaerah Batanghari Komring kelompok seketurunan ini menempati daerah yang disebut β€œ Morga β€œ di kepalai oleh seorang sepuh yang berfungsi sebagai Ratu Morga dengan gelar KAI-PATI . Di daerah Rejang kelompok seketurunan ini dinamai Petulai yang dipimpin seorang sesepuh dengan sebutan DEPATI . ( Marga di Bumi Sriwijaya – H.M.Arlan Ismail, SH – 2005 ).
    Masa inilah atau selama 218 tahun terjadi kekosongan pemerintahan di Sriwijaya , tercatat oleh berita di negeri China, Sriwijaya tidak pernah lagi mengirim utusan ke negeri China sejak tahun 742 Masehi ( Kronik Dinasti Tang ) sampai tahun 960 Masehi

    Sementara itu di Jawa Tengah berkembang dinasti Dapunta Sailendra yang merupakan Raja-Raja dari Bumi Sriwijaya yang diutus Dapunta Hyang Sri Jaya Naga untuk menaklukan Bhumi Jawa.
    Nama Dapunta Sailendra di kumandangkan dimana-dimana sementara Dapunta Hyang Sri Jaya Naga raja Sriwijaya tetap di Puja-Puja oleh Dinasti Sailendra..
    Pada tahun 775 Masehi terpahat sebuah prasasti di Ligor ( Muangthai ) menandai peresmian sebuah bangunan candi yang terdiri beberapa bagian yang intinya adalah pujian terhadap Raja Sriwijaya yang dikatakan laksana bulan di musim rontok yang sinarnya menyuramkan segala sinar bintang, raja yang berkuasa gemilang dan yang paling baik di antara segenap raja dipermukaan Bhumi, kemudian menyatakan bahwa raja Sriwijaya yang memerintahkan untuk membangun batu Trisamaya Caitya untuk Padmapani, Sakyamuni dan Wajrapani guna di persembahkan kepada semuaJina yang menduduki sepuluh tempat diangkasa dan memerintahkan Jayanta membangun Stupa Trayamasi.kemudian yang terakhir menyatakan raja Wisnu dari wangsa sailendra yang berkuasa pada masa itu kemudian di tutup dengan pujian kembali kepada raja Sriwijaya yang dikatakan menyerupai Indra. ( Prasasti Ligor–Muangthai ).

    Pangeran Balaputra Dewa merupakan putera bungsu Raja Samaragrawira dari Wangsa Sailendra kehilangan haknya untuk memerintah negeri di Bhumi Jawa di karenakan putera tertua adalah Pangeran Samaratungga sehingga Pangeran Samaratungga yang berhak memimpin kerajaan di Bhumi Jawa, yang kemudian Jatiningrat menikah dengan Pramodawardhani putri Raja Samaratungga sehingga kemudian mewarisi takhta atas kerajaan di Bhumi Jawa.
    Pada tahun 850 Masehi Balaputra Dewa dan pengikutnya kembali ke daerah Sumatera Selatan untuk malakukan pertapaan di Gunung Seminung guna memperdalam ilmu dan kesaktian. Sepanjang perjalanan di daerah uluan sumatera selatan sampai ke gunung Seminung Balaputra Dewa di sambut baik oleh penduduk di wilayah bekas kedatuan Sriwijaya karena Balaputra Dewa merupakan keturunan dari wangsa Sailendra Raja-Raja di Bhumi Jawa yang berasal dari Bumi Sriwijaya yang mereka anggap sebagai titisan Jaya Naga sang Maha Raja yang mereka Puja Puja selama ini. Pada saat selesai dari pertapaannya Balaputra Dewa diangkat oleh para sesepuh adat yang terdiri dari pemimpin – pemimpin kelompok Marga untuk menjadi Ratu dan kembali mempersatukan wilayah-wilayah kerajaan Sriwijaya yang telah berdiri sendiri akibat kekosongan pemerintahan selama periode 117 tahun sejak di tinggal Dapunta Hyang Sri Jaya Naga bertapa dan menghilang di Gunung Seminung, dimana daerah-daerah itu hanya di ikat oleh sumpah setia yang mereka percayai selama ini sebagai alat pemersatu semua rumpun suku..

    Setelah terjadi kekacauan perdagangan di Kanton antara tahun 820 – 850, pemerintahan Jambi menyatakan diri sebagai kerajaan merdeka dengan mengirimkan utusan ke China pada tahun 853 Masehi.

    Kemudian Balaputra Dewa dengan cepat dapat membangun kejayaan kerajaan Sriwijaya kembali yang berpusat di Palembang dengan dukungan oleh masyarakat di bekas wilayah Kedatuan Sriwijaya . Bahasa yang di pakai oleh kerajaan ini yaitu bahasa Sansekerta. Hal ini yang kemudian membuat kerajaan di Jambi kawatir akan penguasaan kembali oleh dinasti Sailendra sehingga kerajaan Jambi mengirim utusan ke negeri China pada tahun 871 untuk mendapatkan perlingdungan dari Negeri China namun hal ini berlangsung tak lama, kemudian pasukan Balaputra Dewa dapat menguasai Jambi , adapun politik dalam negeri yang selalu dipakai sebagai alat persatuan untuk wilayah-wilayah taklukan kerajaan ini memakai nama Sriwijaya.

    Setelah menguasai pulau sumatera sampai ke langkasuka dan keddah semakin kuatlah dinasti Balaputera Dewa di Swarna Bhumi sebagai kerajaan maritim di pantai timur Sumatera . Dinasti Balaputera Dewa di Swarna Bhumi meneruskan dominasinya atas Kamboja, sampai raja Khmer Jayawarman II, pendiri imperium Khmer, memutuskan hubungan dengan kerajaan Sriwijaya di abad yang sama.[16]
    Dominasi atas Selat Malaka dan Selat Sunda, menjadikan dinasti Balaputera Dewa di Swarna Bhumi sebagai pengendali rute perdagangan rempah dan perdagangan lokal yang mengenakan biaya atas setiap kapal yang lewat Palembang dan mengakumulasi kekayaannya sebagai pelabuhan dan gudang perdagangan yang melayani pasar Tiongkok, Melayu, dan India.
    Dinasti Balaputra Dewa di Swarna Bhumi juga membantu menyebarkan kebudayaan Melayu ke seluruh Sumatra, Semenanjung Melayu, dan Kalimantan bagian Barat. Dinasti Balaputra Dewa juga berhubungan dekat dengan kerajaan Pala di Benggala, dan sebuah prasasti tertahun 860 Masehi mencatat bahwa raja Balaputra Dewa mendedikasikan sebuah biara kepada Universitas Nalanda, Pala.
    Hubungan dengan dinasti Cola di India selatan di bawah pemerintahan Raja Kesawariwarman Rajaraja pada mulanya cukup baik dan menjadi buruk setelah terjadi peperangan di abad ke-11.
    Pada tahun 960 Masehi Raja Sri Udayadityawarman yang merupakan keturunan dari Balaputra Dewa dari Dinasti Sailendra yang pada saat itu memerintah Sriwijaya di SwarnaBhumi mengirim utusan ke China dan mengirimkan berita telah kembali kerajaan Sriwijaya penguasa laut China Selatan yang berada di Swarna Dwipa ( Pulau Sumatera ) dan beribukota di Swarna Bhumi ( Palembang ) , kerajaan ini kemudian terkenal di China dengan nama San-Fo-Tsi yang di artikan Sriwijaya di Swarna Bhumi.

    Pada tahun 962 datang lagi utusan kerajaan San-Fo-Tsi di bawah dinasti Sailendra yang merupakan keturunan Raja Balaputra Dewa ke Tiongkok berturut-turut sampai dengan tahun 1097 masehi.

    Pada tahun 992 mulai terjadi peperangan antara Dinasti Sailendra di Swarna Bhumi dengan dinasti Sanjaya penguasa Bhumi Jawa. Pada masa itu yang memerintah di Bhumi Jawa adalah Raja Dharmawangsa dari dinasti Sanjaya sedang di San-Fo-Tsi yang memerintah adalah Raja Sri Cudamaniwarmadewa keturunan Balaputra Dewa dari Dinasti Sailendra. Kemudian Armada pasukan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) dapat memukul mundur pasukan Raja Dharmawangsa.

    Kemudian pada tahun 1003 Raja Sri Cudamaniwarmadewa dari Sriwijaya San-Fo-Tsi mengirim dua orang utusan ke negeri China untuk mempersembahkan upeti pada Kaisar.. Kedua utusan ini menceritakan bahwa di negerinya telah selesai di bangun sebuah candi Budha tempat berdoa , dan mendoakan agar Kaisar di karuniai panjang usia, kemudian kaisar memberikan nama Candi tersebut dengan Cheng-Tien-Wan-Show dan memberikan hadiah Lonceng untuk Candi tersebut.
    Pada tahun 1006 Masehi Raja Sri Cudamaniwarmadewa di gantikan oleh penerusnya yaitu Raja Sri Marawijaya Tunggawarman dari Dinasti Sailendra dan menghadiahkan sebuah desa sebagai persembahan kepada Budha dalam Wihara yang di bangun oleh ayahnya Raja Sri Cudamaniwarmadewa .

    Tahun 1012 Raja Kasawariwarman Rajaraja Mangkat, kemudian di gantikan putranya yang bernama Rajendra Cola naik tahta untuk memerintah kerajaan Cola Mandala dari India Selatan, yang kemudian membuat politik kerajaan Cola Mandala dengan San-Fo-Tsi mulai berubah.

    Pada Tahun 1017 Masehi Raja Rajendra Cola mengirim Bala tentara menyerbu Keddah yang merupakan salah satu pelabuhan yang ada di bawah Kerajaan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) serangan ini dapat di patahkan oleh armada-armada laut kerajaan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) .
    Pada tahun 1025 Masehi Raja Marawijaya Tunggawarman di gantikan oleh Putranya yaitu Pangeran Sangrama Wijaya Tunggawarman , pada tahun inilah permusuhan Kerajaan Cola Mandala dengan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) mencapai puncaknya, dimana Kerajaan Cola Mandala di pimpin oleh Raja Rajendra Cola menyerbu secara besar-besaran terhadap wilayah Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) adapun daerah yang di serbu tersebut antara lain : ibukota Sriwijaya ( Palembang ), Melayu ( Jambi ), Ilamuri ( Lamuri –Aceh ), Manak Kawarna ( Nikobar ), Kadaram ( Keddah ), dan berhasil menangkap Raja Sanggrama Wijaya Tunggawarman di daerah Keddah.
    Walaupun demikian kerajaan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) tetap berdiri yang kemudian menunjuk penerus Tahta Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) adalah Raja Dewa Kulotungga dari dinasti Sailendra. Meskipun invasi Raja Rajendra Cola tidak berhasil sepenuhnya, tetapi invasi tersebut telah melemahkan hegemoni Sriwijaya ( San Fo Tsi ) yang berakibat terlepasnya beberapa wilayah dengan membentuk kerajaan sendiri, seperti Kediri, sebuah kerajaan yang berbasiskan pada pertanian.

    Pada Tahun 1079 Masehi Raja Dewa Kulotungga sebagai Raja Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) memperbaiki Candi Tien Ching di Kota Kuang Cho dekat kanton yang merupakan tempat suci di sebelah utara Kanton. Pada tahun 1080 Raja Dewa Kulotungga wafat dan di gantikan oleh puterinya. Kemudian Puteri Raja Dewa Kulotungga menikah dengan salah satu Bangsawan dari Jambi ini tercatat dalam kunjungan Puteri Raja Dewa Kulotungga pada 1097 sudah di dampingi oleh wakil dari kerajaan Chan-Pi ( Jambi ).
    Sebagaimana kita ketahui masyarakat di daerah sumatera selatan mempunyai adat bahwa penerus Jurai atau dinasti itu terletak pada anak laki-laki sebagai penerus tahta kerajaan. Sehingga kebiasaan masyarakat sumatera selatan adalah tempat atau ibukota kerajaan mengikuti Jurai penguasa pada saat itu. Pada masa inilah generasi dari wangsa Sailendra di Swarnabhumi berakhir. Kemudian era selanjutnya adalah kerajaan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) berpindah pusat pemerintahannya ke Jambi ini menunjukan bahwa penguasa pada saat itu di pimpin oleh Jurai atau dinasti Melayu dengan gelar Mauli Warmadewa yang berasal dari kata Tamil yang berarti Mahkota Raja-Raja yang menandakan identitas raja-raja dari wangsa Melayu di Jambi.

    Sriwijaya di Swarnapura………………………….

    Pada masa itu system pemerintahan tradisional di sumatera selatan dimana pusat pemerintahan biasanya mengikuti tempat dimana Jurai ( Dinasti=Wangsa ) yang berkuasa itu berasal . Kemudian raja dari Wangsa Melayu di Sriwjaya( San-Fo-Tsi ) yang terkenal pertama adalah Pangeran Suryanarana yang bergelar Mauli Warmadewa..
    Sejak Kepemimpinan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) dari wangsa Melayu yang berpusat di Jambi maka Ibukota Pemerintahan pun pindah ke Jambi yang terkenal pada saat itu dengan nama Swarnapura. Kemudian pada masa itu nama ibukota lama ( Palembang ) berubah dari Swarnabhumi menjadi Po-Lin-fong.
    Adapun masa pemerintahan Wangsa Melayu di Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) dapat mengembalikan hubungan baik dengan kerajaan Cola Mandala dari India selatan

    Pada Tahun 1178 di bawah pemerintahan Raja Sri MahaRaja ( Srimat ) Tri Lokaya Mauli Warmadewa kerajaan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) mengirimkan utusan nya ke negeri China yang selama 59 tahun terhenti sejak tahun 1097 dengan membawa berita seperti tertulis dalam Ling-Wai-Taiwa yang di beritakan oleh Cu-Ku-Fei bahwa di kepulauan Asia Tenggara terdapat dua kerajaan yang sangat kuat dan kaya, yakni Sriwijaya ( San Fo Tsi ) dan Jawa (Kediri). Di Jawa dia menemukan bahwa rakyatnya memeluk agama Budha dan Hindu, sedangkan rakyat Sriwijaya memeluk Budha. Berdasarkan sumber ini pula dikatakan bahwa beberapa wilayah kerajaan Sriwijaya ingin melepaskan diri, antara lain Kien-pi (Kampe, di utara Sumatra) dan beberapa koloni di semenanjung Malaysia. Pada masa itu Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) telah membawahi 15 negeri di laut selatan antara lain :
    – Pong-Pong ( Pahang ),Tong Ya Nong ( Trenggano ),Ling Ya Si Kia ( Langkasuka ),Kui Lan Tan ( Kelantan ),Fo-Lo-An ( Dungan ), Ji-Li-Tong ( Jelotong ), Tsi Len Mai ( Semang ), Pa Ta ( Batak ), Tan Ma Ling ( Tamalingga ), Ki Lo Hi ( Grahi ), Po-Lin-Pong ( Palembang ), Sin –To ( Sunda ), Kim-Pei ( kampe ), Lan-Ma-li ( Lamuri – Aceh ),Si-Lan ( Sailon ).

    Kemudian berturut turut sejak tahun 1178 sampai dengan 1373 Masehi Sriwijaya ( San-Fo-tsi ) seperti yang di beritakan di negeri China adalah beribukota di Jambi .

    Pada akhir tahun 1275 tentara Kerajaan Singosari pada masa kepemimpinan Kartanegara mengirim utusan ke Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) untuk mengajak bersama-sama menghadapi pasukan Kubilai Khan dari Mongol dikarenakan utusan Mongol yang bernama Meng Chi yang di utus ke Singosari mendapat perlakuan yang memalukan bagi kerajaan Mongol sehingga membuat Kubilai Khan marah dan bermaksud menyerang kerajaan Singosari.
    Utusan Singosari mendapat penolakan dari kerajaan Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) di karenakan Sriwijaya merupakan sekutu dari Kerajaan China.
    Menghadapi kondisi Sriwijaya ( San Fo Tsi ) yang tidak mau membantu Singosari akhirnya Singosari memutuskan untuk menyerang dengan maksud dapat merubah sikap Sriwijaya terhadap kerajaan China. Pada saat yang sama utusan Sriwijaya ( San Fo Tsi ) meminta bantuan ke negeri china atas serangan dari kerajaan Singosari tersebut. Dan kemudianKubilai Khan mulai melancarkan serangan ke Singosari yang membuat pasukan Singosari yang berada di perairan Sriwijaya yang siap untuk menyerang ditarik mundur sehingga San Fo Tsi lepas dari cengkeraman Singosari.
    Setelah Singosari meninggalkan SwarnaBhumi , San Fo Tsi tidak mampu lagi mengembalikan kebesaran seperti semula. Dan akhirnya pada tahun 1286 kerajaan San Fo Tsi dapat ditaklukan Singosari.
    Pada tahun 1293 dengan kematian Jaya Katuwang, San Fo Tsi lepas dari Singosari dan kembali memperoleh kemerdekaannya. Namun sebelum San Fo Tsi dapat menunjukan kebesarannnya kembali telah disusul dengan adanya invasi Patih Gajah mada di bawah kerajaan Majapahit. Kemudian Majapahit menunjuk Adityawarman untuk memeritah kerajaan Malayupura di Darmasraya ( Prasasti Adityawarman 1347 M )

    Pada tahun 1373 datang utusan terakhir dari Sriwijaya ( San-Fo-Tsi ) ke Tiongkok yang menyatakan bahwa negerinya telah terpecah menjadi 3 kerajaan :
    1. Mahana Po Lin Fong ( di Palembang )
    2. Kerajaan Minangkabau ( di Sumatera Barat )
    3. Kerajaan Melayu ( di Darmasraya )

    Kemudian tahun selanjutnya ketiga kerajaan tersebut berturut turut mengirmkan utusannya ke negeri china untuk memproklamirkan kerajaan mereka, pada tahun 1374 datang utusan dari kerajaan Mahana Po-Lin-Pong ( Maharaja Palembang ), pada tahun 1375 datang utusan dari kerajaan Minagkabau dibawah Raja Adityawarman, dan kemudian pada tahun 1376 datang pula utusan dari kerajaan Melayu yang berkedudukan di Darmasraya.

    Dengan demikian , maka berakhirlah riwayat kerajaan San Fo Tsi yang kita anggap sebagai kelanjutan kerajaan Sriwijaya.

    Sriwijaya………….
    Berawal di Minanga………………
    Berjaya di Palembang ……………….
    Berakhir di Jambi……………………….
    ( H.M. Arlan Ismail,SH – 2003 ).

  5. dear sanak,
    bile punya artikel yang berubungan dangan rejang tolonglah berbagi ke blog kami, terutama mengenai manuscript, karena blog kami masih minim dengan sumber sastra rejang atau artikel yang berasal dari tulisan ka ga nga.
    mudah mudahan berminat untuk membantu.

    tun jang

    taneakjang@gmail.com

  6. keturunan sriwijaya tidak habis seperti apa yang dikatakan penulis bukti kuat keturunan raja2 sriwijaya masih ada yang yaitu dengan jalannya sang sapurba ke Minangkabau yang menikahkan anaknya yang bernama sang nila pahlawan 2. sang nila pahlawan yang menikah dengan putri raja dari kerajaan riau dan didaerah kami lintang, lahat bahkan pagaralam merupakan keturunan dari anak sriwijaya jadi mereka tidak hilang kata siapa hilang. kami mempunyai silislahnya samapai sekarang terima kasih

    1. percaya atau tidak, salah seorang teman saya bilang kalo ibunya keturunan dari raja sriwijaya. beberapa bulan yang lalu ia pernah pergi ke keraton kasepuhan cirebon untuk menghadiri semacam pertemuan keturunan raja-raja nusantara. sekarang ia tinggal di Lampung utara

  7. sesuai dengan sejarah Palembang merupakan bekas kerajaan besar banyak menyimpan Sejarah yang terabaikan di Nusantara, Masyarakat Palembang sudah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan besar di dunia ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    bagaimana sekarang palembang ,,,,,,,,
    akan menjadi suatu negara atau sebuah propinsi ?????????
    masyarakat palembang yang menjawab itu semua ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  8. putra sumsel berkata
    20 November 2013 pada 1:10 am
    RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ( wilayah gunung dempo, pagar alam, gunung kaba, musi rawas/kubu rawas/ musi ulu/ lubuk linggau, lahat, muara enim, empat lawang, ogan semendo, kaur, rejang, bengkulu. ) ADALAH ASAL USUL SERIWIJAYA DAN DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA DAN DINASTI SELENDRA BUKAN LAMPUNG/ KOMERING/TULANGBAWANG
    INI ADALAH BANTAHAN TERHADAP PENDAPAT AGUNG ARLAN DAN ORANG LAMPUNG.

    saudara Agung arlan di dalam meneliti sejarah apalagi sejarah agung seriwijaya yang kekuasannya dari afrika sampai nusantara ( termasuk Jawa) dan asia tenggara untuk dapat menarik satu kesimpulan harus berdasarkan 5 pedoman
    1. Harus berdasarkan bukti pisik/ pakta sejarah otentik, baik berupa bangunan, isi prasati/ surat ulu sebagai bukti otentik yang takdapat dibantah
    2. Harus berdasarkan logika. masuk akal tidak
    3. Harus berdasarkan adat, budaya, bahasa, agama. Hal ini sangat penting sebagai dasar utuk mengetahui, siapa yang menaklukkan, siapa yang ditaklukkan, siapa yang mempengaruhi dan siapa yang dipengaruhi.
    4. harus ilmiah dan harus ada kecocokan satu sama lain
    5. harus melibatkan banyak pihak.

    untuk asal seriwijaya, dapuntahyang seri jaya naga, dinasti selendra yang paling mendekati kebenaran adalah berasal dari rumpun suku bangsa pasemah ( wilayah gunung dempo, pagar alam, gunung kaba, musi rawas/ musi ulu/ lubuk linggau, lahat, muara enim, empat lawang, ogan semendo, kaur, rejang, bengkulu. ) dengan bukti sebagai berikut
    1. Berdasarkan bukti pisik/ pakta sejarah otentik baik berupa bangunan, peralatan, isiprasasti surat ulu dll
    a. kuburan raja seriwijaya / leluhur seriwijaya di gunung dempo termasuk ( puyang athung bungsu)
    b. komplek istana raja yang lengkap dengan pemandiannya dan segalanya di bukit mendare pagar alam,
    c. komplek candi terluas di asia tenggara di rimba candi pagar alam,( ma’af lebih luas dari jambi)
    d, situs megalitkum yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan dipagar alam, empat lawang, muara enim ogan ulu
    e. situs ajaran monothisme yang dibawa nabi IBrahim dipagar alam
    f. situs kerajan purba dempu alam, ratusan tahun sebelum masehi di gunung dempo
    g. situs purbakala di gunung dempo berumur ribuan tahun sezaman dengan nabi nuh
    h. situs kerajan purba dewi jaya perbatasan bengkulu dan sumsel
    i. situs kerajan purba trijaya, perbatasa bengkulu- sumsel
    j. situs kerajaan , seri jaya tahun 0- 200M dikisam tinggi semendo
    k. situs kerajaan tua seri buana lahat, tahun 200-500M
    l. situs purba berumur 3000 ( tiga ribu sebelum masehi) di gua harimau ogan ulu
    m. situs batu kapal dibengkulu
    n. kompleks bangunan suci di sekitar uludanau semendo sumsel yang berbatasan dengan bengkulu yang merupakan tempat persembahan leluhur dinasti selendra berupa bhumi shambara, lingga suci, sungai suci yang mengalir dari ulu danau ke muara di samudara hindia laut bengkulu, desa tanjung melake
    o, nama, nama kampung2 tua rumpun suku bangsa pasemah banyak yang memakai kata menanga, sepperti menanga siamang, menanga jaya, menanga taman dll .
    2. Harus berdasarkan logika. (MASUK AKAL TIDAK)

    Tidak masuk akal ditahun 683 masehi komering ulu mempunyai pasukkan tentara dua laksa sebagaimana dalam prasasti kedukan bukit di bukit seguntang plembang. dua laksa itu bahasa sanskerta salaksa artinnya 100.000 ( seratus ribu) dua laksa= 200.000 lihat kamus sanskerta. tidakmungkin tentara sebanyak itu orang komering ulu semua apalagi ranau apalagi sekala berak. apa lagi hanya desa minanga komering ulu tidak mungkin sekup desa bisa menghimpun tentara sebanyak 200.000.

    tidak mungkin dapunthyang serijaya naga dan 200.000 ( dua laksa) tentaranya itu orng komering semua
    harus ada komonitas yang besar dan luas dan telah mempunyai peradaban maju atau kerajaan besar sebelumnya sebagai komonitas penduk pendukung dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkan tentaranya.
    komonitas komering adalah sekalaberak sebagai nenek moyang suku sai batin dan dan suku pepadun sebagai leluhur suku tulang bawang.
    dan tak mungkin dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya berasal dari komonitas ini karana komonitas ini ( komring skala berak, tulang bawang berdasarkan seluruh prasasti seriwijaya yang ditemukan didaeah ini menegaskan kalaw ditaklukkan dan dikutuk seriwijaya).
    tidak mungkinlah asal sendiri kihancurkan dan dikutuk. semua orang dengan derah asal itu selalu berciri ciri bangga, setia, hormat, mensucikan, mengagungkan, membela. anda saja membangga banggakan asdal anda..
    dan rindu kampung halaman.
    c. tapi gabungan rumpun sukubangsa pasemah/ besemah ( gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, musi rawas/ musi ulu/ lubuk linggau, lahat, empat lawang, muara enim, ogan, lematang, semendo, kaur, rejang, bengkulu) ditahun 683 M mempunyai pasukkan tentara sebanyak 200.000 berdasarkan peradababn di situ sangat masuk akal.

    d. semua prasasti yang dibuat seriwijaya dan leluhurnya diseluruh wilayah nya baik itu di seluruh sumatra termasuk selurah lampung, nusantara termasuk jawa asia tenggara seri langka, dan malagasi afrika itu menunjukkan menegaskan wilayah itu di taklukkan dan di kutuk serta diancam dengan kutukan kutukan yang menakutkan.
    tapi tidak ada satupu prasasti yang dibuat seriwijaya kalau tempat wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah itu ditaklukkan dan dikutuk karena apa? saya rasa logika anak SDsaja tau krena derah itu adalah tempat asalnya yang menjadi modal wilayah untuk menaklukkan wilayah lain. untuk apa ditaklukkan lagi karena wilayah pendukungnya serta wilayah aslinya,
    seluruh prasasti seriwijaya di daerah pasemah/ besemah itu selalu menunjukkan, penghormatan, pemujaan terhadap leluhur menggambarkan kemegahan dan kejayaan serta kekuatan dan kesaktian.) seperti komplek istana di bukit mendare, komplek candi terbesar di asia tenggara di rimba candi pagar alam sumsel. komplek bangunan suci, makam athung bungsu/ leluhur selendra di pagar alam.
    dan surat ulu yang ditemukan atung bungsu di palembang yamg ditulis seri nurudin panglima perangnya yang meniggal di muara lematang.yang telah datang lebih awal dari athung bungsu.
    adanya hubungan nama kerajaan serijaya di kisam tingi semendo dengan nama dapuntahyang serijaya

    e. bisajadi ditahun 683 masehi itu palembang dijadikan `pusat seriwijaya oleh dapuntahyang serijaya naga. dengan membawa 200.000 pasukkan tentara yang dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah membentuk komonitas palembang. dam menaklukkan wilayah nusantara dan asia tenggara
    f. karena secara logika hanya kekuatan besar dan kuat yang mampu menaklukkan dan menguasai wilayah nusantara dan asia tenggara bahkan serilangka malagasi afrika. karena dari prasasti prasasti seriwijaya yang ditemukan dipalembang menegaskan dari palembang langsung ke bangka, kalimantan lampung jawa dll.
    dari prasasti bukit seguntang ditegaskan dapuntahyang serijaya nasa membawa dua ratus cara perbekalan jika merujuk dari kata dua laksa 200.000 tentara maka 200 cara itu adalah 200 kapal peti kemas yang khusus membawa perbekalan untuk 200.000 tentara maka sangat masuk akal.
    g. jangan lupa dalam prasasti kedukan bukit itu juga di tegaskan ada 1300 lebih pasukkan yang berjalan menuju palembang melalui jalan darat. tidak mungkin orang lampung yang melakukan serangan bersama dapuntahyang serijaya naga itu karena ditahun 683 M tidak ada jalan darat dari lanmpung kepalembang. mereka pasti menyeberangi sungai sungai yang ada di lampung dan sumsel. sedangkan kelompok rumpun sukubangsa pasemah/ besemah lewat arahmana saja sampai kepalembang lewat jalan darat melalui pinggir sungai yang ada di sumsel tanpa harus menyeberang.
    apalagi klaim malaisia dan india sangat tidak masuk akal kalauu dapuntahyang serijayanaga dan pasukkannya dari sana karena ditahun 683 M itu antara palembang dan malaysia thailan itu sudah terpisah oleh laut. jalan lewat mana pasukkan daunthyang serijaya naga yang melalui darat . tidak ada daratan. apalagi india lebih tidak masukakal lagi.
    begitujuga dengan jawa ditahun 683 M Iitu antara sumatra jawa sudah terpisah oleh laut. dan jelas jelas jawa ditaklukkan sumatera melalui angkatan perang serwijaya. seluruh prasasti kuno dijawa jelas menegaskan itu.
    hampir dapat dipastikan melewati wilayah rumpun sukubangsa pasemah/ besemahlah ( gunung dempo, gunung kaba, musi rawas/ musi ulu/lubuk linggau, lahat, muara enim, empat lawang, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu) lah pasukkan darat dapuntahyang serijaya naga berjalan menuju palembang..

    tidak mungkin dapuntahyang serijaya naga dan pasukkannya yang berjumlah 200.000 itu orang komering. karena dapuntahyang dan 200.000 pasukkannya dan 200 kapal peti perbekalan itu naik perhu. tidak mungkin sungai komering yang dangkal itu mampu membawa kapal kapal besar yg membawa dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya. maka hampir dapat dipastikan dapuntahyang dan 200.000 pasukkannya itu berlayar melalui sungai yang lebar dan dalam untuk bisa membawa kapal kapal dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya. sungai musilah yang paling lebar dan paling dalam diantara sungai sungai yang ada di sumsel, karena sungai musi adalah induk dari semua sungai yang ada di sumsel. maka hampir dapat dipastikan dari hulu sungai musilah dapuntahyang serijayanaga dan 200.000 (dua laksa) pasukkannya berlayar menuju palembang dan tepat berlabuh di muara sungai upang di tepi sungai musi palembang. dan berdasrkan prasasti kedukan bukit bukit seguntang itu memang disitu dapuntahyang serijaya naga berhenti/berlabuh.
    Dan hulu sungai musi adalah gunung dempo dam musi rawas/ ulu musi.
    kalau dapuntahyang serijaya naga orang komering berlayar melalui sungai komering tidak mungkin akan sampai ke muka upang sungai musi dipalembang. karena sungai komering tidak bermuara di sungai musi. tidak akan sampai kepalembang dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 pasukkannya kalaw lewat sungai komering tidak mungkin berlayar dari sungai komering berlabuh di palembang pasti melalui laut selat bangka dan berhenti di di ilir palembang dan berada di sebelah timur palembang. tapi berdasrkan isi petunjuk prasasti bukit seguntang itu dapuntahyang serjaya naga berlabuh di muara sungai upang di sungai musi masuk kab musi banyu asin sebelah barat palembang maka yang paling masuk akal dia berlayar melalui hulu sungai musi.
    tidak mungkin dapuntahyang serijaya naga orang komering apalagi ranau apalagi sekalaberak apalagi lampung berlayar melalui hulusungai musi karena pasti harus melewati wilayah rumpun suku bangsa pasemah untuk bisa dari komering sampai kehulu musi. karena satupun tidak ada jejak budaya, bahasa, tulisan dan lain lain komering apalagi sekala berak, apalagi ranau, apalagi lampung, diwilayah rumpun suku bangsa pasemah ( gunung dempo, gunung kaba pagaralam, musirawas/ulu musi/ lubuk linggau, lahat/lematang, empat lawang, muaraenim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu).

    3. harus berdasarkan adat, budaya bahasa, agama.
    hal ini sangat penting untuk dapat mengetahui siapa yang menaklukkan dan siapa yang ditaklukkan, siapa yang datanng dan siapa yang didatangi, siapa yang mempengaruhi siapa yang dipengaruhi, siapa yang mewarnai siapa yang diwarnai.

    Bahasa rumpun suku bangsa pasemah, besemah adalah bahasa melayu dengan logat dialek e,E,a ( ape, apE, apa) sedangnkan bahasa rumpun suku komering/ lampung adalah dialek api, nyow/ sai batin/ ,komering, pepadun. bandingkan dengan bahasa palembang sebagai tempat yang didatangi oleh dapuntahyang serijaya naga dan 200.000 tentaranya yang sudah pasti memberi warna terhadap bahasa palembang. dan seluruh bahasa melayu yang ada dibelahan dunia wilayah seriwijaya…

    bahasa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah pacak lemak nian bahasa palembangnya pacak lemak nian sama persis sedangkan bahasa komering/ lampung pandai bangik becong, bahasa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah jangan diambik gale, bahasa palembang jangan diambik galo, komering/ lampung,dang diakuk unyinβ€œsangat jauh beda dengan bahasa palembang. bahasa rumpun suku pasemah naik bahasa palembangnya naik bahasa komering/ lampung cakak jauh berbeda, bahasa rumpun suku pasemah endak kemane pahasa palembang endak kemano, bahasa komering/ lampung haga dipa bagaikan langit dan bumi beda bahasa komring/ lampung dengan bahasa palembang. kalau bahasa palembang itu adalah termasuk bahasa rumpun suku bangsa pasemah/ besemahβ€œkarena didatangi oleh dapuntahyang seri jaya naga dan dua laksa 200.000 pasukkannya tentaranya yang membentuk komunitas palembang pada tahun683 M. Oleh karena palembang ditakllukkanjuga ole jawa, bahkan orang jawa mendirikan kesultanan palembang darussalam maka dialek palembang menjadi berjung o. tapi tetap asalnya dari melayu rumpun suku bangsa pasemah. bukan komerimg/ lampung/tulang bawang. coba bandingkan dengan Kayu agung karena dilalui sungai komering, dandidatangi orang menggala bahasa kayu agung hampir sama dengan bahasa lampung/ komering. lihat siapa yang datang pasti akan memberi warna terutama bahasa adat, agama.lihat melayu p banka, kalimantan, jakarta/ betawi, malysia thailan, philipina mindanau mereka semua sama persis bahasa dengan rumpun sukubangsa pasemah/ besemah ( melayu dialek e,E.a) kenapa sama karena pasti ada hubungannya tidak mungkin tau tau sama tanpa ada hubungan seluruh melayu mengatakan ayam adalah ayam sedangkan komering/ lampung Manuk, bagaikan langit dan bumi dengan bahasa palembang bahkan dengan bahasa melayupun berbeda sangat. tidak ada satupun bahasa palembang yang sama dengan bahasa komering apalagi bahasa lampung. tapi dengan kayu agung ia komering, lampung sama. ketika majapahit menyerang palembang yang dipimpin oleh gajah mada. keturunan serrwijaya/ keturunan dapuntahyang serijayanaga yang dipimpin prameswara menyingkir kemalaysia dan hampir dapat dipastikan kelompok rumpun suku bangsa pasemah yang berbahasa melayu β€˜e’ yang mengikuti prameswara kemalaysia dan mendirikan kerajaan melake/ malaka sehingga bahasa malaysia hampir sama persis dengan bahasa rumpun suku bangsa pasemah besemah.
    hampir dapat dipastikan tidak ada satupun orang komering/ ranau/ lampung yang mengikuti prameswara kemalaysia. karena satupun tidak ada yang sama bahasa malaysia dengan bahasa komering apalagi ranau apalagi lampung.

    tapi pada masa kesultanan palembang darussalam dari jawa yang mendirikan kesultanan palembang darussalam. orang sumsel yang paling dekat dengan kesultanan ini adalah orang komering dan orang ( OKI/ OGAN KOMERING ILIR)
    sedangkan rumpun suku bangsa pasemah tidak begitu dekat dengan kesultanan jawa ini. karena masih ada dendam sejarah jawa, yang mennghancurkan seriwijaya di palembang dan mengusir prameswara dari palembang. belakangan baru pada masa ratu sinuhun hubungan kesultanan palembang darussalam membaik dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah( daerah uluan) sumsel setelah kesultanan palembang darussalam menyatakan merdeka dari kesultanan mataram islam jawa dan memproklamirkan kesultanan palembang darussalam adalah kesultanan melayu.
    dan juga dalam prasasti kedukan bukit dibukit seguntang bahasa yang dipakai adalah bahasa sans kerta dan melayu yang sama dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah diantaranya, nayik, dua ratus, wulan terang, dari,di, dangan, jalan,seribu, suke cite, di, merlepas. banyak sekali itu semua adalah dari bahasa melayu Rumpun Suku Bangsa pasemah/ besemah. sedangkan dari bahasa komering apalagi lampung satupun tidak ada dalam prasasti kedukan bukit itu.

    Dalam pernyataan Agung arlan dari 700 kata diantara prasasti prasasti seriwijaya yang memakai bahasa komering ada sekitar 50. Sedangkan yang menggunakan bahasa Melayu Rumpun Suku Bangsa Pasemah/ besemah lebih dari 400 kata dan itu tidak ada dalam bahasa komering apa lagi lampung. sedangkan diantara 50 kata yang sama dengan bahasa komering itu juga digunakan dalam bahasa rumpun Suku bangsa pasemah/ besemah seperti: talu, puyang, lapik, dll itu bukan orang komering saja yang menggunakannya tetapi rumpun suku bangsa pasemah/ besemah juga menggunakannya. Jangan jangan kelompok ginung siminung/ komering, ranau, sekalaberak/ lampung ini juga berasal dari gunung dempo pagar alam sana. ini harus di teliti lagi dengan bukti, pakta dan kajian ilmiah.
    harus berdasarkan agama.
    Dapunthyang serijaya naga, seriwijaya dinasti selendra dan leluhurnya adah bweragama, budah dan islam. raja seriwijaya padatahun 717-720 M.( PADA ZAMAN KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ ) Dari bani umayyah di damaskus. telah masuk islam hal ini terbukti dengan adanya surat dari raja serwijaya yang tersimpan di damaskus. bahkan jauh sebelum nabi Muhammad situs ajaran menyembah ALLAH ( agama monotheisme ) sudah ada di gunung dempo pagar alam yang di bawa oleh Nabi Ibrahim AS.
    sedangkan Kerajaan skala brak kuno kerajaan tertua lampung adalah hindu. tidak ada hubungannya dengan seriwijaya.

    HARUS BANYAK PIHAK YANG TERLIBAT.
    dalam meneliti sejarah agung sebesar seriwijaya yang mengusai nusantara, asia tenggara, serilangka, malagasi afrika Tidak bisa hanya dari satu pihak saja atau dari satu komunitas saja apalagi hanya komunitas Lampung saja apa lagi ranau, apalagi komering apa lagi sekelas kampung yang bernama minanga komering. alangkah banyaknya kampung- kampung tua rumpun suku bangsa pasemah besemah yang benama menanga, bahkan disumatera utara juga ada bahkan dibugis sulawesi juga ada.

    pihak pihak yang harus dilibatkan adalah
    1. rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA,
    PAGAR ALAM, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, LAHAT, MUARA EN
    NIM, EMPAT LAWANG, SEMENDO, KAUR REJANG BENGKULU. TERMASUK
    RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH YANG MENJADI PENDUDUK ASLI BUKIT
    BARISAN BAGIAN BELAKANG PROPENSI LAMPUNG)
    2. SELURUH WILAYAH SERIWIJAYA TERMASUK SELURUH SUMATERA, NUSAN
    TARA, ASIA TENGGARA TERMASUK MALAYSIA, SERILANGKA, MALAGASI, AF
    RIKA
    3. PEMERINTAH SEBAGAI PIHAK INDEPENDEN ARTINYA TIDAK MEMIHAK
    4. PARA AHLI/ PAKAR BAIK AHLI SEJARAH, ARKEOLAGI, GEOLOGI
    5. PARA MAHASISWA
    6. PIHAK INDEPENDEN DARI LSM
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 22, 2013 at 9:42 pm

    Saya angkat topi dengan jambi yang mengajukan sebagai pusat seriwijaya berdasarkan penemuan komplek candi di muara jambi yang sangat luas konon katanya terluas di asia tenggara. artinya berdasar. tidak seperti agung arlan yang satupun tidak ada bukti. kalau betul komplek candi di muara jambi itu pusat seriwijaya agaknya sulit palembang untuk menjadi pusat seriwijaya lagi dan itu harus diakaui kalau memang benar.
    tapi sebelum menyimpulkan jambi sebagai pusat seriwijaya berdasarkan komplek candi dimuaro jambi itu harus diadu dulu dengan komplek rimba candi dipagar alam, sumsel yang lebih luas dari komplek candi dimuaro jambi.
    candi di rimba candi pagaralam lahat itu dari batu dan candi di muara jambi dari bata. karena kalau pagaralam/ rumpun suku bangsa pasemah/ besemah itu asal seriwijaya, maka akan tetap menjadikan dan bahkan lebih memperkuat lagi posisi palembang sebagai pusat seriwijaya pada tahun 683 M.
    Tapi kalau jambi asal dapunta dan 200.000 ( dua laksa) pasukkannya posisi palembang tidak tepat lagi menjadi pusat seriwijaya. karena walau bagaimanapun juga jamb` menawarkan bukti arkeologis berupa candi yang angat luas sedangkan palembang tidak ada/ belum ada. sebagaimana keterang it-sing di seriwijaya terdapat 1000 pendeta yg sudah hampir pasti komplek candi yang dimiliki sangat luas. dan itu hanya ada di jambi dan pagar alam (sumsel)
    jagan lupa berdasarkan keterangan raja seriwijaya kepada khalifah umar bin abdul aziz ( khalifah bani umayyah ) di damaskus diseriwijaya itu banyak ribuan gajah. dan rajanya adalah berasal dari keturunan raja raja. Atung bungsu adalah leluhur selendra. dan atung bungsu leluhurnya adalah para raja-raja dan merupakan keturunan raja raja dan keturunan alexander the great/ iskandar zulkarnainβ€œ`kuburan atung `bungsu berada`di pagar alam. Bagaimana dengan jambi siapa keturunan alexander thegreat yang menjadi leluhur raja jambi??? tapi walau bagai manapunjuga pendapat dari jambi itu harus dihormati karena berdasar dan berbukti tidak seperti agung arlan dan orang lampung. sebaiknya agung arlan dan orang lampung cari dulu bukti mungkin saja belum di temukan. jangan dulu langsung mengklaim. masalah nya adalah seriwijaya itu bukan saja daerah tapi harkat martabat, dan wibawa bangsa dan negara dipertaruhkan disituβ€œ`sebagai bangsa besar, sebagai bangsa penakluk, sebagai bangsa terhormat. yang akan jadi dasar pijakan kita dan anak cucu kita `dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 22, 2013 at 9:54 pm

    agung arlan tentang catatan itsing yang belajar agama budah ke india dan singgah di seriwijaya itu tidak usah dibahas lagi anak SD dah tau semua itu.
    COBA ILMIAH DIKIT BAHASAN WAHAI AGUNG ARLAN.
    yang harus di bahas tentang catatan itsing itu adalah letak serwijaya berdasarkan ciri ciri yang di cerItakan itsing.
    anda mau tau catatan itsing itu mari kita bahas satu persatu
    1. menurut catatan it-sing di seriwijaya terdapat 1000 pendeta budah maka sudah hampir dapat di pastikan diseriwijaya ada komplek candi yang sangat luas.untuk hal ini yang sesuai denga catatan itsing adalah wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah dan jambi. komering satupun tidak ada candi di situ apa lagi lampung.
    2. menurut itsing di seriwijaya tepat tengah hari tidak ada bayangan. artinya berada di katulis tiwa/ ekquator/ sekitar khatulis tiwa. semakin jauh dar khatulistiwa semakin mustahil jadi pusat seriwijaya palembang saja menurut orang malaisia dan thailan tidak berada dikatulistiwa.
    tetapi palembang itu masih dekat dengan garis khatulistiwa / berada disekitar khatulitiwa pada bulan bulan tertentu dipalembang juga tidak ditemui bayangan pada tengah hari. rtinya dipalembang saja bulan- bulan tertentu tengah hari masih ada bayangan. apalagi komering yang berada jauh dari selatan palembang yang semakin jauh meninggalkan wilayah khatulistiwa apalagi lampung.
    sedangkan wilayah rumpun suku bangsa pasemah yang berada di musi rawas dan bengkulu semakin mendekati garis khatulistiwa/ dan di wilayah itu tengah hari juga tidak ditemukan bayangan walaupun tidak persis dengan garis khatulistiwa tapi sudah hampir dekat sekali dengan khatulis tiwa
    3. diseriwijaya itu ada dua gunug dan ada samudra/ laut maka tau tau agung arlan langsung memponis dua gunung yang dimaksud adalah gunung siminung dan gunung pesagi dan laut yang dimaksud adalah danau ranau
    diwilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah juga ada gunung dempo pagar alam sumsel dan gunung kaba dibengkulu sedangkan laut/ samudra yang dimaksud itsing adalah samudra hindia/ laut bengkulu yang tepat berada di samudra hindia
    4. dan menurut itsing pada waktu itu di daerah sumatra ada kerajaan seriwijaya, melayu, dan tulang bawang sekala berak. kemudian setelah itsing pulang dari india singgah lagi di seriwijaya melayu ( kerajaan jambi tua) dan tulang bawang telah menjadi seriwijaya. artinya kedua kerajaan ini telah ditaklukkan seriwijaya artinya jelas dua kerajaan ini bukanlah asal serwijaya dan di wilayah lampung menurut itsing ada kerajaan kerjaan lain, sedangkan diwilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( WILAYAH GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, MUARA ENIM, EMPAT LAWANG, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU). menurut catatan itsing tidak ada kerajaan kenapa???????????? KARENA ITULAH SERIWIJAYA. Carilah dalam catatan itsing diwilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah tidak ada kerajaan lagi karena itulah sesungguhnya seriwijaya.

    SEKARANG KITA LIHAT SURAT RAJA SERIWIJAYA KEPADA KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ KHALIFAH BANI UMAYYAH DI DAMASKUS TAHUN 717-720 di damaskus

    Dari Raja di Raja (Malik al amlak) yang adalah keturunan seribu raja; yang beristeri juga turunan seribu raja; yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayanya ter-dapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu nan harum, bumbu-bumbu n’emangian, pala, dan kapur barus yangsemerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengitimkan kepada Anda hadthb, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda perrahabatan. Dengan seculars bail, saya inggin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Ini adalah surat dari Raja Sri Indrawarman kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang baru raja diangkat menggantikan Khalifah Sulaiman (715-Β¬717M).

    raja seriwijaya itu leluhurnya adalah para raja raja yang nasabnya sampai kepada Alexander the great/ iskandar zulkarnain dari atung bungsu dipagar alam yang kemudian menjadi raja , dwi jaya, trijaya/ serijaya kemudian seri buana kemudian seriwijaya. bagaimana dengan komering. dari mana silsilah raja raja dikomring kerajaan apa saja di komering sebelum seriwijaya abad ke VII itu. bagaimana hubungannya dengan iskandar zulkarnain.
    kandang binatangnya ada1000 gajah wilayah sumatra yang paling banyak gajah adalah bukit barisan antara bengkulu dan sumsel yang didiami rumpun suku bangsa pasemah besemah
    adapun pusat pelatihan gajah di way kambas itu zaman seriwijaya belum ada. dan gajah gajah di waykambas lampung itu berasal dari bukit barisan. berarti di pusat seriwijaya itu mengalir dua sungai. banyak sekali wilayah2 rumpun suku bangsa pasemah yang dilalui ole dua sungai rata rata wilayah rumpun suku bangsa pasemah dan kota kotanya dilalui oeh dua sungai. bagaimana dengan minanga komering dan sekala berak.
    dan semua ciri yang ditulis raja seriwijaya itu ada semua diwilayah rumpun sukubangsa pasemah/ besemah. ( WILAYAH GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, MUARA ENIM, EMPAT LAWANG, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU). sedang komering/ lampung tidak ada. kapur barus saja tidak ada dikomering apa lagi yang lain..
    dan rumpun suku bangsa pasemah tidak pernah mengatakan pasti. paling hampir dapat dipastikan besdasarkan bukti pakta sejarah dan logika budaya adat bahasa agama, dan berdasarkan penelitian2 ilmiah seminar, dan telah melibatkan banyak pihak termasuk seri sultan hamengku bowono raja jawa itu mengatakan dengan tegas ketika kepagar alam mengatakan pulang kampung. silahkan kemukakan pendapat lain tapi harus berdasar ada bukti dan masuk akal. tidak seperti agung arlan yang seolah olah telah memastikan bahwa ibukota seriwijaya dan dapuntahyang serijaya naga adalah orang minanga komering dan lampung.dengan bukti satupun tidak ada. baik bukti pisik, logika, adat, budaya, bahasa ilmiah dan tidak melibatkan pihak lain.
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 23, 2013 at 5:14 am

    Saudara Agung arlan jangan main- main bicara tentang seriwijaya harkat martabat wibawa dan harga diri bangsa dan negara dipertaruhkan. sebagai bangsa negara yang menaklukkan atau yang ditaklukkan.
    kalau tidak ada bukti pisik pakta otentik, tidak masuk akal dan tidak ada hubungan dengan bahasa, budaya, agama melayu, tidak ilmiah dan tidak melibatkan banyak pihak sebaiknya tidak usah bicara.
    sebab malaysia, thailan, mianmar, india, kamboja, laos petnam merka juga punya banyak bukti dan logika dan kajian merka ilmiah, akan semakin mudah mereka menjadikan negara mereka sebagai pusat dan asal usul seriwijaya.
    kita jangan dulu alergi dengan merka. mereka punya bukti dan logika dan penelitian ilmiah secara besar besaran. bahaya kalau karangan agung arlan ini yang sama sekali tidak ada bukti di ketahui oleh negara lain. akan jadi bahan tertawaan mereka saja dan akan semakin merendahkan indonesia saja. mereka banyak candi seperti thailan, kamboja, laos pitnam , india, sedangkan seriwijaya itu pusat agama budah mustahl tidak memiliki candi atau bekas reruntuhan candi. dan komplek candi haruslah luas dan megah. dan itu sangat jelas hingga kini di thailan, kamboja pitnam laos india. dikomering/ lampung satupun tidak ada candi
    malaisa punya bahasa melayu yang hampir sama dengan seluruh melayu di kawasan asia tenggara sedangkan bahasa komering apalagi lampung satupun wilayah melayu tidak ada yang sama apalagi yang menggunakannya. india dengan agama budah dan bahasa sanskertanya. komering/ lampung apa yang punya apa lagi sekala berak. dan prasasti ligor itu menegaskan menjadi pelabuhan bandar seriwijaya. dan disana ditemukan patung balaputra dewa. dan negara merka lebih dekat dengan garis khatulistiwa tidak ada bayangan pada tengah hari. dapat dibayangkan jika diadu dengan komering atau lampung. babak belur indonesia jadi bulan bulanan merka yang sangat jauh dari khatulistiwa. negara mereka tepat berada di lautan sedang komering jauh dari laut apalagi minanga
    thailan sedari zaman seriwijaya sudah punya ribuan gajah sedang kan komering tidak ada dan gajah di waykambas lampung zaman belanda saja belum ada apalagi zaman serwijaya. thailan pun ada nama minangatamwan.
    kita jangan alergi dulu denga merka atau marah dengan mereka lihat dulu merka. lalu bandingkan dengan kita dan logika kita kalau tidak ada yang dapat dibandingkan apa alasan indonesia mengatakan seriwijaya adalah indonesia.
    orang orang seperti agung arlan inilah yang merusak yang asal bicara. negara negara asing akan dengan mudah mengatakan dengan logika, pasukkan darat dapuntahyang serijaya naga itu bisa saja lewat laut dulu setelah sampai ke sumatra mereka baru berjalan lewat darat. komering/ lampung saja tidak ada jalan darat ditahun 683 M itu bisa mengakuku asal seriwijaya dan dapuntahyang serijaya naga, yang melakukan serangan lewat darat berjalan lewat darat. mau ngomong apa indonesia. karena dengan pernyataan agung arlan itu terbuka logika mereka.
    tapi jika dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, EMPAT LAWANG, MUARA ENIM, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU) yang lewat arah mana saja bisa kepalembang melalui darat dengan menelusuri sungai sungai di sumsel tanpa harus menyeberang sungai, mati kutu negara negara asing itu.
    dan komunitas penduduk mereka ditahun 683 M sangat masuk akal punya tentara sebanyak dua laksa ( 200.000 ) sedang komering tidak mausuk akal tahun 683 M punya pasukkan tentara sebanyak itu.
    sekarang thailan punya bandar udara internasional swarna dwipa. kenapa jangan marah dulu orang2 orang seperti agung arlan inilah yang jadi perusak yang asal bicara saja tanpa ada bukti sedikitpun dan sama sekali tidak masuk akal sangat jauh dari logika akal sehat. bahasa komering apalagi lampung sangat jauh dengan bahasa asia tenggara. akan dengan mudah dipatahkan malaysia dan thailan.
    asal usul kerajaan dikomeringpun tidak jelas sedangkan negara negara asing sangat jelas.
    Berdasarkan catatan it-tsing yang menceritakan l
    etak seriwijaya itu maka syarat yang memenuhi sebagai wilayah inti seriwijaya adalah sbb
    1. harus memiliki bangunan candi yang sangat luas
    2. Harus berada di sekitar khatulis tiwa
    3. harus memiliki dua gunung tinggi minimal
    4 harus memiliki samudra/ lautan luas
    5 harus wilayah seriwijaya itu tidak pernah di sebut sebut dan di ceritakan sebagai wilayah lain karena wilayah itulah seriwijaya.
    6. harus mempunyai peradaban budhah
    7. harus sudah mempunyai peradaban maju.
    8. wilayah itu tidak pernah ditaklukkan
    9. wilayah itu haarus dihormati dan di sucikan bukan dikutuk dan dihancurkan.
    Sedangkan syarat wilayah inti seriwijaya berdasarkan surat raja seriwijaya kepada khalifah umar bin adul aziz dari dinasti umayyah, di damaskus adalah
    1. keturunan raja raja artinya leluhur mereka adalah para raja- raja
    2. harus mempunyai 1000 gajah/ banyak gajah
    3. Harus memiliki emas/ tambang emas
    4. harus memiliki kapur barus
    5. harus mempunyai peradaban islam juga walau sedikit
    6. harus dilalui dua sungai.

    DAN SEMUA ITU HANYA ADA DI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH
    ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT, MUSI RAWAS/ ULU MUSI/ LUBUK LINGGAU, EMPAT LAWANG, MUARA ENIM, OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU).

    Kalau yang lain punya pendapat lain silahkan saja dan itu tetap harus kita hormati
    tapi harus berbukti, masuk akal, berdasarkan budaya bahasa agama, melibatkan banyak pihak, dan ilmiah. tidak seperti agung arlan asal bicara saja.
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 25, 2013 at 12:59 pm

    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TERMASUK KUBU MENDIAMI WILAYAH PESEMAH AIR KERUH DAN MUSI RAWAS ADALAH MELAYU PROTO ADALAH YANG PALING TUA DI SUMSEL BUKAN LAMPUNG APA LAGI KOMRING.

    KATA ORANG LAMPUNG DAN AGUNG ARLAN MELAYU TUA/ MELAYU PROTO ADALAH LAMPUNG. DAN SUKU PALING TUA DI SUMBAGSEL ADALAH LAMPUNG DAN KOMERING
    Ini sama sekali tidak ada bukti tidak masuk akal tidak ilmiah, ini hanyalalah pendapat orang orang gila hormat, gila pangkat dan gila gila gila.
    BUKTI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH YANG TERMASUK ORANG KUBU ADALAH MELAYU TERTUA B AHKAN DISUMATRA
    1. DITEMUKANNYA SITUS PERADABAN MANUSIA DARI YANG PALING TUA dari zaman batu uta (paleolithikum/ kebudayaan pacitaan/ budaya kapak batu SAMPAI ZAMAN SERIWIJAYA di wilayah rumpun suku bangsa pasemah/ besemah yang termasuk di dalamnya orang kubu ( kubu rawas/ kubu yang masih liar dan alami)
    sedangkan dilampung paling tua adalah suku tumi kebuyaannya hanya megalithikum yang termasuk baru itupun banyak berada diwilayah rumpun suku bangsa pasemah seperti di sumber jaya. dikebun tebu, batu bedil, ulu belu pulau panggung dll. sedangkan di komering satupun tidak ada dari mana datang datang mengaku orang lampung paling tua. dasar gila hormat dan gila wibawa.
    dibenua atlantis ada ada peradaban 3 gunung yang paling tua yaitu 1. gunung dempo sumsel, 2. gunung danau toba sumut, 3 gunung krakatau /gunung sunda land. jawa barat/ banten

    bukti yang ke 3 rumpun sukubangsa pasemah/ besemah termasuk kubu adalah yang paling tua disumatra ada 3 peradaban gunung sebagai peradaban suku tertua yaitu antara gunung dempo sumsel dan gunung kerinci jambi yaitu rumpun suku bangsa pasemah/ besemah yang termasuk didalamnya orang kubu. peradaban ke dua adalah antara gunung kerinci jambi dan gunung merapi sumbar yaitu suku kerinci dan orang merpi yang ketiga adalah antara gunung merapi sumbar dan gunnug danau toba sumut yaitu suku batak dan suku sakai. mana lampung gak ada apa lagi komering.
    Reply
    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    orang lampung dan orang komering dan agung arlan anda telah membangunkan singa dari tidur panjangnya rumpun suku bngsa pasemamah/ besemah ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT MUSI RAWAS TERMASUK KUBU RAWAS ASLI KUBU YANG MASIH LIAR DAN GANAS, LAHAT, MUARA ENIM EMPAT LAWANG OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU )
    lampung apalagi komering itu anak kemaren sore gak usah ngaku ngaku paling tua paling hebat. mau kena kutuk lagi seperti zaman serwijaya dulu. orang lampung menghadapi orang bali saja tidak sanggup. siapa yang membantu lampung mengalahkan bali di lampung selatan itu tiu kelompok rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. kalau lampung sendiri mana mungkin mau menang perang lawan bali di daerah lampung selatan tu. Mau kena bantai lagi dengan orang bali eperti yang di menggala. perang dengan belanda paling panjang di negara ini adalah perang aceh dan perang pasemah. siapa yang menyerang pasukkan inggris dibengkulu zaman rafles orang pasemah. mana punya nyali orang lampung apa lagi komring menyerang benteng inggris di bengkulu. orang orang rumpun suku bangsa pasemah tidak pernah mau tunduk dengan belanda. tidak seperti komering bermuka dua.`dan rumpun suku bangsa pasemah itu ada di sumsel adalah kelompok masyarakat mayoritas 50 persen lebih orang komering di sumsel hanya 5 persen kurang. dilampung mayoritas kedua setelah jawa dibengkulu dijambi, di bangka belitung.
    jangan lagi pilih orang komering lampung sebagai gubernur atau bupati atau caleg. bangkitlah wahai rumpun suku bangsa pasemah/ besemah wahai melayu dialek e, E, A. bangkit jangan mau diinjak injak harga diri apa lagi oleh orang komering atau lampung. jangan pernah pilih ABURIZAL BAKRI dia adalah `orang lampung.
    wahai putra putri sumsel seluruh wilayah gunung dempo, gunung kaba, seluruh lahat selur
    uh sungai musi dari hulu sampai lautβ€œβ€œβ€œ` termasuk musi banyu asin, pagaralam seluruh muara enim seluruh empat lawang seluruh semendo baik itu darat atau lembak seluruh ogan dari hulu sungai ogan sampau muara ogan kertapati, palembang kaur rejang seluruh bengkulu.
    bangkit bangkit bangkit.
    bangun, bangun, bangun.
    β€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œ
    Reply
    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    bajak laut yang terkenal dan ditakuti di sekayu musi banyu asin itu sama sekali bukan orang komering atau lampung atu cina tapi asli pri bumi Musi Banyu Asin.
    Sedangkan bajak laut kayu agung bukan hanya orang komering tetapi gabungan dari keturunan bajak laut cina, ogan ilir, dan komering ilir dan menggala. kayu agung juga dilalui sungai ogan
    Raden intan yang melawan belanda di lampung selatan itu adalah keturunan raja banten pantas dia berani lawan belanda. mana ada asli orang lampung. gak usah merasa paling hebat komering dan lampung.
    Reply
    putra sumsel permalink
    November 25, 2013

    DENGAR BAIK BAIK HAI ORANG KOMERING DAN LAMPUNG KAMU JUGA AGUNG ARLAN. TIDAK USAH MERASA PALING HEBAT, PALING TERHORMAT, PALING TUA, PALING GAGAH, PALING SEGALA GALANYA. DIATAS GUNUNG MASIH ADA GUNUNG DIATAS GUNUNG MASIH ADA LANGIT, DIATAS LANGIT ADA LANGIT.
    HANYA ALLAH TUHAN YANG MAHA ESA YANG MAHA SEGALA GAL ANYA YANG PALING HEBAT YANG PALING DULU, YANG PALING GAGAH, YANG PALING MULIA.
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 29, 2013 at 7:52 pm

    kenapa semua yang berhubungan dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah `sesuatu yang telah jelasdibuat tidak jelas, dibuat samar- samar, dibuat kabur kemudian di acak acak semua orang usil, mengusik, kemudian masing- masing semua pihak lain mengklaim, mengaku ngakui sebagai kepunyaannya sebagai miliknya.
    sedangkan sesuatu yang ada pada rumpun suku bangsa yang lain tidak ada yang jelas tapi dibuat-buat agar jelas dan tidak ada yang usil. berdasarkanbanyak bukti baik pisik prasasti, logika, ilmiah sudah begitu banyak pihak yang terlibat. jelas bahwa rumpun suku bangsa pasemah/ besemah adalah asal dari seriwijaya, dinasti selendra, dapuntahyang serijaya naga. tapi di buat buat agar tidak jelas.
    semua orang mengaku,,, komering, sekala berak, lampung, jambi, jawa, sumatra barat, riau, malaisia thailan` sedangkan seluruh kerajaan di nusantara ini tempo dulu tidak ada yang jelas tapi dibuat-buat agar jelas, contoh kerajaan tulang bawang letak pastinya tidak ada yang tau dimana siapa pendirinya`tapi kenapa gak ada yang usil, majapahit gak jelas sekarang dimana letaknya gak ada yang usil, ken arok asal usulnya gak jelas tapi dibuat-buat agar jelas. bisa saja ken arok itu adalah orang dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. karena dijawa banyak keturunan raja raja dari rumpun suku bangsa pasemah/ besemah (seriwijaya/ selendra) begitu juga gajah mada gak jelas darimana asalnya. bisa saja dia orang dayak/ bugis, sumatra.
    karena dari bentuk wajahnya berdasarkan patung patungnya gak ada potongan muka orang jawa. tapi mirip potongan muka- muka orang dayak.
    sedangkan puyang atung bungsu jelas jelas dia tinggal dan berkubur di pagar alam yang masuk dalam rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. dan beliau adalah putra mahkota kerajaan kushan di india yang leluhurnya adalah raja alexander the great ( iskandar zulkarnain)
    jelas jelas yang dimaksud` besemah menurut puyang atung bungsu itu adalah semuatera sungai yang telah ditimbangnya yang ber ikan semah`adalah wilayah besemah,seluruh batanghari sembilan termasuk sungai ogan dan sungai komering karena pasti ada ikan semahnya.
    atung bungsu itu orang cerdas bukan orang bodoh putra mahkota kerajaan kushans di india yang masih keturunan alexander the great tokoh sang penakluk dunia yang wilayahnya meliputi eropa afrika dan asia. itu sangat jelas. tapi dibuat buat agar tidak jelas dikatakan yng dimaksud atung bungsu besemah itu adalah sungai yang tempat istrinya mencuci beras itu saja. alangkah bodoh dan sempitnya pemikiran atung bungsu kalau begitu. kemudian dikatakan atung bungsu itu adalah anak bungsu. sebab di jadikan putra mahkota karena dia adalah yang paling tua.

    dan untuk lebih membingungkan lagi agar tidak jelas dikatakan atung bungsu adalah anak bungsu raja majapahit yang bernama ratu sinuhun kemudian bersama kakak perempuannya pergi ke bukit seguntang palembang, kemudian kakak perempuannya atung bungsu ini menjadi sultanah ( ratu/ raja perempuan) di palembang yakni kesultanan palembang darussalam. kemudian sang adik si atung bungsu menjadi penguasa pasemah, besemah. jadi sudah menjadi hukum adat pasemah besemah kalau setiap tahunnya menengok kakak perempuannya di palembang dengan membawa barang barang bawaan sebagai oleh- oleh. dan dikatakan dalam adat pasemah/besemah adik laki laki ibu di sebut sebagai meraje. dan harus sangat dihormati. ketika orang2 pasemah/ besemah datang menghantarkan barang bawaan ke palembang pihak kesultanan sangat menghormati orang2 pasemah/.
    hal ini sebenarnya jelas akal akalan kesultanan palembang darussalam untuk menaklukkan pasemah/ besemah tanpa harus bertempur/ perang. karena apapun nama dan bentuknya kewajiban datang orang pasemah/ besemah ini sama dengan membayar upeti dan sebagai tanda takluk tanpa di sadari oleh rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. hebatkan politik kesultanan jawa ini. Karena dalam sejarah majapahit tidk ada satupun raja/ ratu perempuan yang bernama ratu sinuhun. dan silsilah 7 /6 orang anak raja itu tidak ada dalam sejarah majapahit. ratu sinuhun itu adalah raja/ ratu perempuan kesultanan palembang darussalam. jadi jelas ini adalah hanya akal akalan bagian dari strategi dan taktik untuk memenangkan peperananngan tanpa berperang dar kesultanan palembang darussalam saja. tapi akibatnya existensi/ keberadaan orang rumpun suku bangsa pasemah/ besemah menjadi tidak jelas.`karena siapapunakan berpikir 1000 kali untuk langsung menyerang dan berperang terbuka dengan rumpun suku bangsa pasemah ini. sebagai pendiri dan asal seriwijaya, daountahyang serijaya naga, dinasti selendra. disitu ada gunung dempo ada orang kubu ada orang rejang, kaur, semendo dll. gajah mada saja tidak mau masuk ke wilayah ini. inggris saja pimpinan raples tidak mau menyerang secara langsung dan terbuka melain kan dengan strategi pecah, belah, pisah, beda, jauh, lemahkan.β€œbegitu juga dengan belanda.`sekarang orang komering, lampung dan jawa juga mengikuti strategi belanda dan inggris. untuk melemahkan rumpun suku bangsa pasemah, besemah ini pecahkan dar rumpunnya, belahkan dari rumpunnya, pisahkan pecahan- pecahannya itu, bedakan satu sama lain antara pecah- pecahannya itu dan jauhkan. lemahkan semangat nya, lemahkan sosial budayanya, lemahkan pengaruhnya dipertidak keberadaannya, dibuat tidak jelas asal usul/ jatidirinya. maka dengan sendirinya tidak akan memiliki kekuatan lagi dalam segala hal baik secara politik, sosial, budaya, militer/pisik, pengaruh dan peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. kemudian puyang sipahit lidah, puyang mata empat, sserunting sakti, rakihan sakti jelas jelas mereka itu adalah leluhur rumpun suku bangsa pasemah/ besemah tapi dibuat agar tidak jelas. dengan mengatakan mereka itu adalah orang komering lah, orang ranaulah, orang lampung baratlah orang liwalah orang bantenlah orang jawa lah. sehingga menjadi tidak jelas lagi siapa dan darimana puyang sipahit lidah, simate empat, serunting sakti, rakihan sakti. surat ulu jelas jelas surat ulu itu dari rumpun suku bangsa pasemah, besemah semua derah uluan batang hari sembilan dan bengkulu) , mereka semua menyebut dengan nama surat ulu jambi, lampung/ komering langsung mengklem hanya mereka saja yang punya aksara di indonesia ini bersama jawa dan batak. padahal semua wilayah uluan batang hari sembilan dan bengkulu / rumpun suku bangsa pasemah punya juga urat ulu ka ga nga atas dasar apa lampung mengatakan hanya lampung yang punya tulisan aksara
    di OKI / kayu agung mereka namakan dan pakai khat ogan yang vokalnya berujung e menjadi ke ge nge sama persis dengan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah yang lainnya termasuk bengkulu. lampung punya aksara juga silah silahkan aja tapi jangan pernah mengatakan hanya lampung yang punya/ lampung yang pertama/ paling tua.atau mengatakan yang lain lain itu menjiplak aksara lampung. OKI kayu Agung saja marah karena menurut mereka khat ogan yang mereka pakai itu yang asli dan lampung menjiplak khat ogan. apalagi rumpun suku bangsa pasemah/ besemahβ€œ yang lain termasuk yang dibengkulu. jelas jelas nenek moyang orang lampung itu dari rumpunsuku bangsa pasemah/ besemah juga. kenapa orang lampung malah mengaku nenek moyang merka orang batak. Batak itu di sumatra utara alangkah jauhnya dengan lampung sedangkan rumpun suku bangsa pasemah/ besemah berada di sumsel semenjak sedari dulu.
    jauh sebelum melayu proto datang wilayah orang2 rumpun suku bangsa pasemah/ besemah sudah ada. sejak zaman purba zaman batu paling tua/paleolithikum/ kebudayaan kapak batu yang sama dengan kebudayaan pacitan kebudayan gua purba seperti gua harimau dan gua putri di ogan ulu, yakni hidup di zaman neo lithikum. kalau megalithikum itu termasuk baru. dan pusat peradaban megalithikum di asia tenggara ini berada di pagar alam. sedangkan pusat palleolithikum berada di pacitan.
    putra sumsel 29 November 2013 pada 03:07

    begitu juga dengan `kantoli/kandali/ kuntala. jelas jelas semua berta dari negeri cina mengatakan kantoli itu adalah asal seriwijaya. karena menurut catatan2 merka seriwijaya itu dulunya bernama kantoli dan letaknya di sumatera selatan s`eda`ngkan dilampung pada waktu itu ada kerajaan `sβ€œekala `berak `dan β€œtulang `bawang di jambi ada kerajaan koying dan melayu tua dimana lagi letaknya kerajaan kantoli kalau` bukan berada di wilayah rumpun su`ku `bangsa β€œβ€œpasemah/ `besemah. karena wilayah ini tidak di sebut sebut. yang di sebut hanya kantoli. ya inilah kantoli wilay`ah rum[un suku bangsa β€œpasemah/besemah. ( sumsel) masa lampung ada kerajaan di jambi ada kerajaan sedangkan sumsel tidak ada sama sekali. sedangkan atung bungsu dan 7 armda kapalnya menetap di rumpunsuku bangsa pasemah / sumsel dan bengkulu. kalau kantoli itu dilampung lantas tulang bawang dan sekala berak dimana. begitu juga jambi, kalau kantoli dijambi makakoying dan moloyo dimana katanya dijambi itu sezaman dengan kantoli. masa wilayah sumsel gak ada kerajaan. tidak masuk akal.
    sangat jelas itu karena kantoli pada waktu itu telah `melaku`kan hubungan dagang dengan cina dan di daerah pagar alam banyak ditemukan patung2 β€œdan keramik keramik cina pada abad itu ata sekit`a t`ahun` itu`tapi dibuat tidak jelas dengan mengatakan kantoli/ kandali adalah kenali di lampung, ada yang mengatakan kantoli itu adalah kendari di riau ada` pula yang mengatakan kantoli/ kandali adalah kendal jawa.β€œ`ada juga mengatakan dari jambiβ€œβ€œ
    bahkan sekarang ini bangsa korea edang meneliti dan ingin membuktikan bahwa bangsa korea nenek moyangnya berasal dari rumpun suku bangsa pasemah/ beemah. karena bangsa korea sendiri yang neng klaim meraka berasal dari rumpun uku bangsa pasemah/ besemah di pagar alam.
    lihat itu jika sudah jelas nanti pasti dibut tidak jelas juga oleh orng komering, lampung, jambi, jawa dll.
    β€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œβ€œ`
    putra sumsel 29 November 2013 pada 05:25

    Kalau seh nur kodim atau puyang awak yang datang ke semendo dari banten dan merupakan cucu sunan gunug jati yang masih keturunan prabu sili wangi. orang yang paling sakti dijawa barat itu memang benar dan orang semendo sangat menghormati puyang awak seh nurkodim sebagai leluhur semendo dan sebagai peletak adat semendo yang berfilsafah islam tingkat tinggi yang diajarkan sekh ini. dan orang semendo sangat mengkultuskan seh ini. tetapi orang semendo bukan berasal dari se ini. karena seh ini datang kesemendo sudah ada orang semendo. dan seh ini menikah dengan orang semendo artinya orang semendo sudah ada sebelum seh ini. tepi kalau orang semendo ada yang keturunan seh ini memang benar.
    dan seh ini mengajarkan ahlak islami. krena orang semendo pada waktu itu sebagian besar sudah beragama silam tetapi ahlaknya masih sangat bejat dan jahiliyah. bahkan seh ini sangat disayangi oleh masyarakat semendo khususnya, karena kemulyaan hatinya. yang mengajarkan cinta kasih sesama bahkan terhadap hewan sekalipun. semut mau menyeberang sungai saja di buatkan jembatan dari kayu oleh seh ini untuk membantu semut agar bisa menyeberang ke seberang.
    Balas
    putra sumsel berkata:
    Komentar Anda menunggu moderasi
    November 30, 2013 pada 2:36 am

    Ogan yang juga termasuk rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. karena bahasa rumpun melayu e. dan sungai ogan itu daru hulu sampai ilir dan muaranya di kertapati palembang itu pasti ada ikan semahnya. dan sungai ogan itu juga telah ditimbang oleh puyang atung bungsu
    ogan dan semendo mau dipisahkan dan dibedakan dengan rumpun suku bangsa besemah yang lain tujuannya untuk melemahkan dan mempertidak keberadaannya.
    saya sebagai orang sumsel sangat sangat tersinggung batu raja itu berasal dari bantu raja. yang membantu raja dalam peperangan. lama kelamaan kata bantu raja berubah menjadi batu raja.
    hampir dapat dipastikan ini adalah kerjaan orang komering, lampung dan jawa untuk mempertidak dan menghilangkan keberadaan orang ogan. seolah olah bantu raja adalah orang ogan yang hanya bisa jadi pembantu raja sedangkan rajanya orang komering atu lampung atau jawa. enak saja asal bicara.
    lebih tua ogan dari komering. ogan dulu baru komering. tulisan aksara lampung dan komering itu menjiplak khat ugan.
    MAU BUKTI YANG NYATA TEMUAN POSIL MANUSIA PURBA ZAMAN NEOLITHIKUM DAN KAPAK BATU ZAMAN PALEOLITHIKUM DI GUA PUTRI DAN GUA HARIMAU ITU DI OGAN BUKAN DI KOMERING ATAU LAMPUNG.
    BATU RAJA ITU BUKAN DARI BANTU RAJA TETAPI RAJA YANG MENJADI BATU, ARTINYA RAJA BUKAN PEMBANTU. JANGAN ASAL NGOMONG SAJA.
    ORANG SUMBAGSEL YANG PERTAMA JADI, KSAD ( KEPALA SETAP ANGKATAN DARAT/ PANGLIMA ANGKATAN DARAT ADALAH JENDRAL MAKMUN MURAT ORANG BATU RAJA ORANG OGAN.)
    Bukan orang komering martapura saja yang ganas dan dan berani. orang ogan dikatakan penakut semua. muara saung dan muara saE dan ogan ulu itu lebih ganas lagi.
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 30, 2013 at 6:59 am

    SEMENDE/ SEMENDO Adalah melayu termasuk dalam rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) suku bangsa ini termasuk melayu tua bahkan paling tua. dengan bukti di temukannya peradaban purba mulai dar zaman paleolithikum/ zaman batu tua/ kebudayaan pacitan/ kapak batu- zaman seriwijaya ada diwilayah ini. segudang bukti jelas menunjukkan bahwa seriwijaya, dapuntahyang serijaya naga, dinasti selendra berasal dari rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.). semendo adalah termasuk runpun suku bangsa ini. perang pasemah dengan belanda adalah perang yang sangat panjang berlangsung 50 tahun lebih panjang dari perang aceh selama 30 tahun. memang perlawanan rakyat aceh terus sampai jepang datang. sama dengan perlawanan pasemah sampai jepang datang masih tetap melakukan perlawanan pisik dengan belanda. sehingga belanda menggunakan strategi pecah belah pisah bedakan jauhkan sehingga tidak lagi mempunyai kekutan dalam segala hal baik politik, sosial, budaya, pengaruh, dan pisik. sehingga dengan mudah dan dengan sendirinya perlawanan rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) hancur dan dapat dikalahkan belanda. dapat dibayangkan jika rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) ini bersatu akan membuat kekuatan raksasa yang sangat dahsyat yang dapat mengguncang dunia sebagaimana kerajaan seriwijaya dulu. teapi kalau sudah di pecah pecah menjadi ribuan maka hancurlah kekuatan itu yang ada hanyalah lemah dalam segala hal baik lemah secara politik, sosial, budaya, pisik, bagaimana tidak rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) dipecah menjadi semendo, lahat gumay, kikim, lematang, kaur, rejang, padang guci, mana, kisam, bayur dll yang jumlahnya menjadi ribuan suku. sehingga tidak ada sama sekali kekuatan baik politik, sosial, budaya, pisik dll. dan masing masing pecahan merasa paling hebat dan paling berpengaruh dan akhirnya saling menjatuhkan. dan pengaruh serta peran rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) diperkecil untuk melemahkan semangat. sehingga kesan yang dimunculkan adalah primitip, keterbelakangan, yang tidak ada arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. itu dilakukan oleh belanda dan musuh musuh seriwijaya. orang komering dan lampung juga mengikuti jejak belanda untuk memecah belah pisahkan bedakan jauhkan rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.)
    disumsel rumpun suku bangsa pasemah ini adalah mayoritas 50 persen lebih
    dilampung orang semendo saja lebih banyak daripada orang lampung
    saya sebagai orang sumsel sangat tersinggung membaca artikel-artikel yang sangat mendiskerditkan semendo dikatakan hanya di kecamatan semendo saja asalnya artinya di tempat lain semendo di gambarkan sebagai pendatang baru bukan peribumi hanya numpaang
    semendo hanya berjumlah 105.000, semendo adalah melayu deuotro/ melayu muda, semendo masuk ke pedalaman muara enim karena diserang seriwijaya, semendo dari banten, semendo baru ada tahun1600 san. itu semua untuk melemahkan semangat semendo bahwa semendo itu kecil, lemah, sedikit tidak ada arti. selalu digambarkan 100 persen bermata pencarian menggantungkan hidup dari kebun kopi yang masih primitip. masya Allah alangkah liciknya merka. antara ogan dan semendo dipisahkan jauh, antara semendo dan palembang dipisahkan jauh oleh mereka mereka yang tidak senang dengan rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) sebagai asal dan pendiri kerajaan seriwijaya. mereka takut kalau komunitas ini bangkit lagi. yang dapat menguasai kehidupan berpolitik, sosial, budaya, pisik/ militer. bagaimana tidak di sumsel komunitas in mayoritas, dilampung, lebih banyak dari orang lampung dibengkulu, dijambi, di babel dan ada diseluruh indonnesia bahkan seluruh dunia. tapi walau dipisah pisahkan walaw di cerai beraikan, di jauhkan dibeda bedakan. rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) bahasa dan agama islamlah yang akan kembali menyatukan rumpun suku bangsa melayu pasemah/ besemah (gunung dempo, gunung kaba, pagar alam, lahat, musi rawas/ ulu musi termasuk kubu, lubuk linggau empat lawang muara enim, ogan, semendo, kaur, rejang, bengkulu, bukit barisan dari perbatasan sumbar- lampung.) .
    Reply
    putra sumsel Your comment is awaiting moderation.
    November 30, 2013 at 7:10 am

    orang kubu itu adalah saudara kita kasihan mereka disisihkan mereka adalah termasuk yang tua yang merupakan bagian peradaban gunug dempo dan gunung kerinci. jangan dipertidak keberadaan mereka dia adalah termasuk rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. menghina kubu berarti menghina rumpun suku bangsa pasemah/ besemah. sama dengan menghina sumsel dan bengkulu sama dengan menghina sumatra sama dengan menghina indonesia sama dengan menghina asia.
    lebih dulu kubu mempunyai peradaban dari yang lain
    Balas

    Tinggalkan Balasan
    Blog pada WordPress.com. Tema: White as Milk oleh azeemazeez.
    Tulisan dan komentarumpanSah XHTML dan CSS.
    Ikuti
    Follow β€œesai febrie hastiyanto”

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Powered by WordPress.com
    Balas

    9 | putra sumsel
    Desember 1, 2013 pada 1:21 am

    Komentar Anda menunggu moderasi

    1

    0

    Rate This

    Dalam sebuah artikel di internet yang berjudul dinding angin karangan arfan rachman yang sangat sangat tidak masuk akal tidak ada bukti, tidak berdasar sama sekali yang sangat merendahkan dan menghina rumpun suku bangsa besemah/ sumsel/ batang hari sembilan. yang lebih gila lagi dari agung arlan. yang mengatakan rumpun suku bangsa besemah orang purba orang telanjang, yang di hancurkan oleh seriwijaya semudah membalikkan telapak tangan. yang di bantai habis oleh seriwijaya. pasti arfan rachman ini orang komering.
    dengar baik baik kalian semua DEMI ALLAH TIDAK PERNAH RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH BERPERANG DENGAN SERIWIJAYA APALAGI DIHANCURKAN DAN DIBANTAI SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN. KALIAN SEMUA INGIN MEMUTAR BALIKKAN PAKTA BERSILAT LIDAH. ALLAH LEBIH TAU ARFAN RACHMAN DARI MANA SERIWIJAYA BERASAL. APA DAN SIAPA RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH. DEMI ALLAH KALAU LAMPUNG IA DIHANCURKAN DILAKNAT DAN DIKUTUK DAN DIBANTAI OLEH SERIWIJAYA DAN YANG MEMBANTAINYA TIDAKLAIN ORANG RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH/ PASEMAH. BUKTI SELURUH PRASASTI SERIWIJAYA DILAMPUNG MENGABADIKAN HAL ITU TERMASUK ORANG KOMERING JANGAN MEMUTAR BALIKKAN PAKTA SERIWIJAYA YANG MENGHANCURKAN RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH
    DAN SERIWIJAYA BERASAL DARI KOMERING DAN LAMPUNG. KALIAN MENGHADAPI ORANG BALI SAJA KEOK.
    TIDAK ADA SATUPUN PRASASTI SERIWIJAYA DI WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH YANG MENGATAKAN RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH DITAKLUKKAN APALAGI DIKUTUK OLEH SERIWIJAYA. SELURUH PRASASTI ATAU SURAT ULU YANG BERADA DIRUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ITU BERISI TENTANG PENGHORMATAN DAN KEBESARAN LELUHUR. BUKTINYATA ADALAH KUBURAN PUYANG SERI BAGINDA MAPULI ATUNG BUNGSU. DAN SURAT YANG DIBUAT OLEH SERI NURUDDIN PANGLIMA ANGKATAN LAUT KERAJAAN RAO INDIA YANG MENGATAKAN BAHWA BELIAU WAFAT DIMUARA LEMATANG. YANG SETIAP TAHUN RAJA RAJA SERIWIJAYA SELALU BERZIARAH KE GUNUNG DEMPO KEKUBURAN PUYANG SERIBAGINDA MAPULI DEWA ATUNG BUNGSU. DEMI ALLAH ITU ADALAH PAKTA.
    DAN BERDASARKAN PAKTA SEJARAH PULA TELAH SANGAT JELAS PERANG DIINDONESIA INI YANG PALING PANJANG MELAWAN HINDIA BELANDA ADALAH PERANG PASEMAH/ BESEMAH DAN PERANG ACEH. ORANG ORANG PASEMAH/ BESEMAH BERKALI KALI MEMBUKTIKAN MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAG SEL YAKNI PALEMBANG DIANTARANYA serangan orang Pasemah ke kota Palembang (1829), Lahat(1829), Musi Ulu)1837), Rejang(1840), Ampat Lawang(1840-1850) KAUR. BAHKAN PADA SERANGAN ORANG PASEMAH TAHUN 1829 ITU YANG IKUT HANYA PAGAR ALAM KISAM DAM MEKAKAU SAJA MEREKA SANGGUP MEMBAWA 3000 PASUKKAN DAN MEMBAKAR 150 KAMPUNG DIPALEMBANG YANG SUDAH DIDUDUKI HINDIA BELANDA. DAN TIDAK ADA SATUPUN ORANG INDONESIA YANG SANGGUP MENYERANG BENTENG INGGRIS DI BENGKULU YANG MENJADI MARKAS BESAR GUBERNUR JENDRAL INGGRIS YANG BERNAMA RAFLES KECUALI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH DAN ITU ADALAH MALA PETAKA YANG PALING BESAR BAGI INGGRIS SELAMA DI INDONESIA. SEDANGKAN KOMERING SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA YANG BEKEDUDUKAN DI PALEMBANG, BAGAIMANA BISA DIKATAKAN DAPUNTAHYANG SERI JAYA NAGA SERIWIJAYA ITU ORANG KOMERING. JELAS INI ADALAH BUKTI, PETUNJUK, ISARAT DARI MANA DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA DAN 200.000 PASUKKANNYA. BARU PADA REPOLUSI PISIK PERANG KEMERDEKAAN RI ORANG KOMERING BERTEMPUR MELAWAN BELANDA, DENGAN DI BUMI HANGUSKANNYA DESA BETUNG KOMERING ULU OLEH BELANDA YANG SEOLAH OLAH ORANG KOMERING PALING BERJASA, PALING BERANI MELAWAN BELANDA, SUDAH SUDAH LAGI KOMERING ITU ANAK KEMAREN SORE TIDAK USAH MENGAJARI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TENTANG ARTI SEBUAH PERANG. DITAHUN 1829 SAJA RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH INI MASIH SANGGUP MELAKUKAN SERANGAN KEPALEMBANG YANG MENJADI PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAGSEL PADAHAL RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH SUDAH TERCERAI BERAI AKIBAT PECAH BELAH PISAH BEDA ADU DOMBA MAJAPAHIT AKIBAT PALEMBANG DARUSSALAM, INGGRIS, BELANDA. DAPAT DIBAYANGKAN JIKA RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH INI MASIH SOLID DITAHUN 683 PADA MASA DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA. SEDANGKAN KOMERING MANAPUNYA NYALI MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAGSEL YANG BERKEDUDUKAN DIPALEMBANG. APALAGI LAMPUNG. RADEN INTAN ITU MASIH KETURUNAN RAJA BANTEN SESUAI DIA BERANI.
    DAERAH KOMERING/ LAMPUNG SELALU MENJADI TAKLUKKAN MULAI DARI SERIWIJAYA, MAJAPAHIT, PALEMBANG DARUSSALAM, BANTEN, BAJAK LAUT CINA BELANDA, INGGRIS.
    SEDANGKAN WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH DITAKLUKKAN MAJAPAHIT TIDAK PERNAH GAJAHMADA MEMASUKI WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH MEMANG MAJAPAHIT BERHASIL MENAKLUKKAN PALEMBANG HANYA SEBATAS PALEMBANG DAN KOMERING SAJA SEDANGKAN KEDAERAH ASLI SERIWIJAYA YAKNI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH TAKLUK DENGAN GAJAHMADA DAN MAJAPAHIT, BEGITU JUGA DENGAN BANTEN YANG MENGHANCURKAN LAMPUNG DAN BENGKULU HANYA BENGKULU SELATAN YANG BERADA DI PESISIR SELATAN BENGKULU SAJA YG TAKLUK SEDANGKAN DIWILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA

  9. SUNGGUH TAK LAYAK KOMERING DAN LAMPUNG MENYANDANGASAL USUL SERIWIJAYA DAN DAPUNTAHYANG ERIJAYA NAGA DAN DINASTI SELENDRA

    RUMPUNSUKU BANGSA PASEMAHLAH YANG MERUPAKAN ASAL USUL SERIWIJAYA, DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA, DAN DINASTI SELENDRA

    Dalam sebuah artikel di internet yang berjudul dinding angin karangan arfan rachman yang sangat sangat tidak masuk akal tidak ada bukti, tidak berdasar sama sekali yang sangat merendahkan dan menghina rumpun suku bangsa besemah/ sumsel/ batang hari sembilan. yang lebih gila lagi dari agung arlan. yang mengatakan rumpun suku bangsa besemah orang purba orang telanjang, yang di hancurkan oleh seriwijaya semudah membalikkan telapak tangan. yang di bantai habis oleh seriwijaya. pasti arfan rachman ini orang komering.
    dengar baik baik kalian semua DEMI ALLAH TIDAK PERNAH RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH BERPERANG DENGAN SERIWIJAYA APALAGI DIHANCURKAN DAN DIBANTAI SEMUDAH MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN. KALIAN SEMUA INGIN MEMUTAR BALIKKAN PAKTA BERSILAT LIDAH. ALLAH LEBIH TAU ARFAN RACHMAN DARI MANA SERIWIJAYA BERASAL. APA DAN SIAPA RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH. DEMI ALLAH KALAU LAMPUNG IA DIHANCURKAN DILAKNAT DAN DIKUTUK DAN DIBANTAI OLEH SERIWIJAYA DAN YANG MEMBANTAINYA TIDAKLAIN ORANG RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH/ PASEMAH. BUKTI SELURUH PRASASTI SERIWIJAYA DILAMPUNG MENGABADIKAN HAL ITU TERMASUK ORANG KOMERING JANGAN MEMUTAR BALIKKAN PAKTA SERIWIJAYA YANG MENGHANCURKAN RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH
    DAN SERIWIJAYA BERASAL DARI KOMERING DAN LAMPUNG. KALIAN MENGHADAPI ORANG BALI SAJA KEOK.
    TIDAK ADA SATUPUN PRASASTI SERIWIJAYA DI WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH YANG MENGATAKAN RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH DITAKLUKKAN APALAGI DIKUTUK OLEH SERIWIJAYA. SELURUH PRASASTI ATAU SURAT ULU YANG BERADA DIRUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ITU BERISI TENTANG PENGHORMATAN DAN KEBESARAN LELUHUR. BUKTINYATA ADALAH KUBURAN PUYANG SERI BAGINDA MAPULI ATUNG BUNGSU. DAN SURAT YANG DIBUAT OLEH SERI NURUDDIN PANGLIMA ANGKATAN LAUT KERAJAAN RAO INDIA YANG MENGATAKAN BAHWA BELIAU WAFAT DIMUARA LEMATANG. YANG SETIAP TAHUN RAJA RAJA SERIWIJAYA SELALU BERZIARAH KE GUNUNG DEMPO KEKUBURAN PUYANG SERIBAGINDA MAPULI DEWA ATUNG BUNGSU. DEMI ALLAH ITU ADALAH PAKTA.
    DAN BERDASARKAN PAKTA SEJARAH PULA TELAH SANGAT JELAS PERANG DIINDONESIA INI YANG PALING PANJANG MELAWAN HINDIA BELANDA ADALAH PERANG PASEMAH/ BESEMAH DAN PERANG ACEH. ORANG ORANG PASEMAH/ BESEMAH BERKALI KALI MEMBUKTIKAN MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAG SEL YAKNI PALEMBANG DIANTARANYA serangan orang Pasemah ke kota Palembang (1829), Lahat(1829), Musi Ulu)1837), Rejang(1840), Ampat Lawang(1840-1850) KAUR. BAHKAN PADA SERANGAN ORANG PASEMAH TAHUN 1829 ITU YANG IKUT HANYA PAGAR ALAM KISAM DAM MEKAKAU SAJA MEREKA SANGGUP MEMBAWA 3000 PASUKKAN DAN MEMBAKAR 150 KAMPUNG DIPALEMBANG YANG SUDAH DIDUDUKI HINDIA BELANDA. DAN TIDAK ADA SATUPUN ORANG INDONESIA YANG SANGGUP MENYERANG BENTENG INGGRIS DI BENGKULU YANG MENJADI MARKAS BESAR GUBERNUR JENDRAL INGGRIS YANG BERNAMA RAFLES KECUALI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH DAN ITU ADALAH MALA PETAKA YANG PALING BESAR BAGI INGGRIS SELAMA DI INDONESIA. SEDANGKAN KOMERING SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA YANG BEKEDUDUKAN DI PALEMBANG, BAGAIMANA BISA DIKATAKAN DAPUNTAHYANG SERI JAYA NAGA SERIWIJAYA ITU ORANG KOMERING. JELAS INI ADALAH BUKTI, PETUNJUK, ISARAT DARI MANA DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA DAN 200.000 PASUKKANNYA. BARU PADA REPOLUSI PISIK PERANG KEMERDEKAAN RI ORANG KOMERING BERTEMPUR MELAWAN BELANDA, DENGAN DI BUMI HANGUSKANNYA DESA BETUNG KOMERING ULU OLEH BELANDA YANG SEOLAH OLAH ORANG KOMERING PALING BERJASA, PALING BERANI MELAWAN BELANDA, SUDAH SUDAH LAGI KOMERING ITU ANAK KEMAREN SORE TIDAK USAH MENGAJARI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TENTANG ARTI SEBUAH PERANG. DITAHUN 1829 SAJA RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH INI MASIH SANGGUP MELAKUKAN SERANGAN KEPALEMBANG YANG MENJADI PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAGSEL PADAHAL RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH SUDAH TERCERAI BERAI AKIBAT PECAH BELAH PISAH BEDA ADU DOMBA MAJAPAHIT AKIBAT PALEMBANG DARUSSALAM, INGGRIS, BELANDA. DAPAT DIBAYANGKAN JIKA RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH INI MASIH SOLID DITAHUN 683 PADA MASA DAPUNTAHYANG SERIJAYA NAGA. SEDANGKAN KOMERING MANAPUNYA NYALI MENYERANG PUSAT HINDIA BELANDA DI SUMBAGSEL YANG BERKEDUDUKAN DIPALEMBANG. APALAGI LAMPUNG. RADEN INTAN ITU MASIH KETURUNAN RAJA BANTEN SESUAI DIA BERANI.
    DAERAH KOMERING/ LAMPUNG SELALU MENJADI TAKLUKKAN MULAI DARI SERIWIJAYA, MAJAPAHIT, PALEMBANG DARUSSALAM, BANTEN, BAJAK LAUT CINA BELANDA, INGGRIS.
    SEDANGKAN WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH DITAKLUKKAN MAJAPAHIT TIDAK PERNAH GAJAHMADA MEMASUKI WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH MEMANG MAJAPAHIT BERHASIL MENAKLUKKAN PALEMBANG HANYA SEBATAS PALEMBANG DAN KOMERING SAJA SEDANGKAN KEDAERAH ASLI SERIWIJAYA YAKNI RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH TAKLUK DENGAN GAJAHMADA DAN MAJAPAHIT, BEGITU JUGA DENGAN BANTEN YANG MENGHANCURKAN LAMPUNG DAN BENGKULU HANYA BENGKULU SELATAN YANG BERADA DI PESISIR SELATAN BENGKULU SAJA YG TAKLUK SEDANGKAN DIWILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH PASUKAN BANTEN MENGINJAKAN KAKINYA. KEMUDIAN DATANG PALEMBANG DARUSSALAM ITU PUN MENAKLUKKAN LAMPUNG DENGAN PEPERANGAN DI MANGGALA SEDANGKAN DIWILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ITU MERDEKA DARI KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM. KEMUDIAN DATANG KERAJAAN PAGAR RUYNG MENGHANCURKAN ORAN KOMRING DAN LAMPUNG PULA SEDANGKAN RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH TIDAK PERNAH TAKLUK DENGAN PAGAR RUYNG APAKAH PANTAS KOMERING DAN LAMPUNG MENGAKU ASAL SERIWIJAYA YANG KATANYA BESAR KALAU SELALU JADI BULAN BULANAN DAN TAKLUKKAN DAN DIHANCURKAN OLEH SEMUA KERAJAAN SEPERTI KOMRING DAN LAMPUNG YANG SELALU DI HANCURKAN DAN DITAKLUKKAN SETIAP KERAJAAN. BAIK ITU OLEH SERIWIJAYA, SUNDA, JAWA, BANTEN, PALEMBANG DARUSSALAM PAGARRUYUNG
    Balas

    10 | putra sumsel
    Desember 1, 2013 pada 10:56 am

    Komentar Anda menunggu moderasi

    Demi ALLAH sungguh tidak pantas dan saanga tidak layak komering menyandang asal seriwijaya, dinasti Selendra dan dapuntahyang serjaya naga yang membawa pasukkan dua laksa ( dua ratus ribu ) mendatangi palembang.DALM CATATAN SEJARAH TIDAK PERNAH ORANG KOMERING MELAKUKAN PENYERANGN. SELALU DISERANG DIBANTAI DAN DICINCANG OLEH SEMUA KERAJAAN BAHKAN DENGAN ABUNG SAJA KOMERING KEOK. BAHKAN RAJANYA DIPENGGAL KEPALANYA OLEH ORANG ABUNG DAN DIJADIKAN BOLA OLEH ORANG ABUNG DILAMPUNG.SELURUH WILAYAH KOMERING ITU ADLAH JAJAHAN ORANG ABUNG KECUALI GUNUNG BATU SAJA. KARENA DISITU ADA RATU SAHIBUL ATAU ARIA PENANGSANG ORANG JAWA DARI DEMAK PANTAS DIA SAKTI WAJAR. MANA ADA ORANG ASLI KOMERING PUNYA NYALI DENGAN ORANG ABUNG. INI PAKTA SEJARAH YANG TAK DAPAT DIBANTAH DAN TIDAK USAH DITUTUP TUTUPI. HANYA ARYA PENANG SANG SEORANG YANG MENHADAPI ORANG ABUNG. DAN ORANG ABUNG YANG DATANG MENYERANG. TIDAK PERNAH KOMERING MENYERANG ABUNG. KALAU KISAH ARIA PENANGSANG BERKEINGINAN MENYERANG PALEMBANG DARUSSALAM YANG MASIH ADA SILSILAH DENGAN RADEN PATAH. ARIA PENANGSANG PANGERAN SAHIBUL/ RADEN SARIMAN KUNING MENDIRIKAN BENTENG DI OGAN ILIR INDRALAYA. YANG KEMUDIAN MENJADI LELUHUR ORANG OGAN ILIR JUGA DENGAN BERBAGAI LEGENDA DI DAERH OGAN ILIR.
    demi ALLHAH ORANG OGANLAH YANG PALING BANYAK MENJADI PASUKKAN ARIA PENANGSANG INI DISEKITAR OGAN ILIR, TERMASUK DAERAH PEGAGAN, MERANJAT SERITANJUNG SERIBANDUNG. BUKAN DARI ORANG KOMERING. APALAGI DARI GUNUNG BATU HANYA SEBAGIAN KECIL SAJA. TERMASUK ANAK RATU SAHIBUL TUAN KAPAR YANG BERASAL DARI GUNUNG BATU TEWAS MENGENASKAN DI SUNGAI MUSI. ITUPUN SUDAH BANYAK YANG BERGABUNG DENGAN ARIA PENANGSANG/ RATU SAHIBUL BAIK ITU ORANG GUNUNG BATU ATAU JAWA PENGIKUT PENGIKUT RATU SAHIBUL DAN ORANG OGAN KHUSUSNYA OGAN ILIR PEGAGAN INDRALAYA, MERANJAT SERITANJUNG. DEMI Allah yang menyerang palembang darussalam itu bukan tuan kapar sendiri omomng kosong komering aja itu orang ogan ilir yang paling banyak.
    DEMI ALLAH RATU SAHIBUL ATAU ARIA PENANGSANG/ RADEN ARIMAN KUNING ITU MENYERANG PALEMBANG DARUSSALAM. DEMIALLAH BUKAN SERIWIJAYA. KARENA SERIWIJAYA SUDAH TIDAK ADA LAGI DI PALEMBANG DAN TELAH MENJADI JAWA MAJAPAHIT MULAI DARI GAJAH MADA ARYA DAMAR SAMPAI RADEN PATAH DAN KETURUNANNYA DARI JAWA YANG MENDIRIKAN KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM YANG MASIH KETURUNAN RADEN PATAH. TIDAK ADA HUBUNGANNYA SEDIKITPUN DENGAN SERIWIJAYA. JANGAN PERNAH SERIWIJAYA DIHUBUNGKAN DENGAN PALEMBANG DARUSSALAM. PALEMBANG DARUSSALAM ITU ORANG JAWA. SEDANGKAN SERIWIJAYA ADALAH MELAYU RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH ( GUNUNG DEMPO, GUNUNG KABA, PAGAR ALAM, LAHAT MUSI RAWAS TERMASUK KUBU RAWAS ASLI KUBU YANG MASIH LIAR DAN GANAS, LAHAT, MUARA ENIM EMPAT LAWANG OGAN, SEMENDO, KAUR, REJANG, BENGKULU )
    putra sumsel 1 Desember 2013 pada 20:16

    DENGAR BAIK BAIK KAMU ORANG KOMERING GAK USAH MERASA PALING HEBAT DAN PALING BERANI DAN PALING JAGOK.
    DEMI ALLAH ASAL NENEK MOYANG ORANG ABUNG YANG MEMBANTAI HABIS ORANG KOMERING ITU KECUALI GUNUNG BATU KARENA ADA ORANG JAWA YANG SAKTI DISITU YANG BERNAMA ARYA PENANGSANG/ RATU SAHIBUL/ RADEN SARIMAN KUNING. YANG TELAH MEMENGGAL KEPALA RAJA ORANG KOMERING DAN MENJADIKANNYA BOLA DITENDANG TENDANG DAN DILUDAH LUDAHI ITU BERASAL DARI KAUR. SEDANGKAN KAUR TERMASUK RUMPUN SUKU BANGSA PASEMAH/ BESEMAH. DEMI ALLAH INI TIDAK MAIN MAIN.
    putra sumsel 2 Desember 2013 pada 15:38

    Orang komering itu walau bagaimanapun juga saudara batang hari sembilan keluarga besar rumpun suku bangsa besemah orang sumsel juga. orang sumsel juga ikut tercoreng harga dirinya keluarga besar batang hari sembilan ikut tercoreng harga dirinya dengan peristiwa perang abung ini.
    ratu sahibul/ arya penangsang / raden sariman kuning ini adalah panglima perang kerajaan demak adipati jipang, cucu raden patah murid kesayangan sunan kudus. arya penangsang ini adalah ahli strategi perang. arya penangsang dalam menghabisi dan membantai orang abung dikomering ini telah membentuk koalisi yang terkenal dengan poros OGAN-KOMERING-SEMENDE-DAYE. SETELAH MENGKONDISIKAN POROS INI BARU ARYA PENANGANG MENYERANG DAN MEMBANTAI ORANG ABUNG DENGAN KOALISI-KOALISINYA YAKNI SELURUH ORANG LAMPUNG. YANG TELAH MENJAJAH DAN MENINDAS TANAH KOMERING. KOALISI ABUNG ADALAH SELURUH LAMPUNG SEDANGKAN KOALISI KOMERING ADALAH OGAN, SEMENDE, DAYE. DAN JAWA
    SEBAGAI BUKTINYATA LIHATLAH KETIKA ARYA PENANGSANG MENYERANG KESULTANAN PALEMBANG DARUSSALAM. DIA TIDAK LANSUNG MENYERANG TETAPI ARYA PENANGSANG MEMBENTUK KOALISI ILIRAN YAKNI OGAN ILR, PEGAGAN, SERI TANJUNG, INDRALAYA, MERANJAT KAYU AGUNG. BAHKAN ORANG MUARA ENIM DAN ORANG JAWA JUGA ADA YANG BERGABUNG. DAN ARYA PENANGSANG INI MENJADI LELUHUR ORANG INDRLAYA DAN OGAN ILIR. DISANA JUGA BANYAK KETURUNANNYA.
    putra sumsel 2 Desember 2013 pada 19:13

    kami di sumsel rukun antara komering, ogan, semende, daye.orang lampung aja yang reseh apa lagi abung ngaku ngaku komering itu adalah orang lampung kayu agung itu orang lampung.palak kamu kayu agung orang lampung. orang plembang kayu agung tu. kami di sumsel bersatu dalam bingkai plembang gak usah di usik usik dengan lampung. apa lagi kami orang sumsel jika sudah keluar sumsel identitas plembang semua yang kami bawa.
    saya yakin akal akalan lampung saja yang ingin mengklaim kalau seriwijaya itu di hancurkan oleh lampung. karena kalau langsung mengatakan seriwijaya itu dihancurkan lampung sudah pasti mustahil karena jelas2 semua isi prasasti serwijaya itu menegaskan bumi lampung luluh lantah dan orang2 lampung di bantai dan dikutuk oleh eriwijaya.orang lampung ingin menjadikan komering kambing hitamnya. dengan mengatakan seriwijaya , selendra dan dapunta orang komering. karena dengan demikian dapatlah diartikan seriwijaya itu tidak ada apa apanya bagi lampung. karena orang komering dijajah oleh lampung terutama abung dapat diartikan bagaimana harkat derajat martabat seriwijaya/ palembang/ sumsel dimata orang lampung khususnya orang abung.
    kalau orang lampung tidak percaya datanglah ke kayu agung ngaku ngakulah kalau kayu agung itu orang lampung potong telinga saya kalau gak di cincang orang lampung apa lagi abung dengan orang kayu agung. jangan sekali kali lagi orang lampung apalagi orang abung masuk ke sumsel tanah batang hari sembilan ini kalau mau dicincang masuklah berikut dengan raja abung itu.
    orang lampung dengar baik baik komering itu saudara kami keluarga besar batang hari sembilan. pada saat serwijaya menghancurkan lampung baik itu di lampung timur, lampung barat dan lampung selatan orang komering juga ikut dalampasukkan seriwijaya. sampai kapanpun orang komering ogan semendo dan daya tidaj akan pernah akur dengan orang lampung apalagi abung. kalian artikan sendiri itu.

  10. KONON SAMPAI SEKARANG MASIH ADA DI DAERAH ABUNG LAMPUNG TENGKORAK KEPALA RAJA KOMERING YANG DI PENGGAL OLEH ORANG ABUNG DALAM PERANG ABUNG DAN KOMERING ITU. YANG DULU DITENDANG TENDANG DIJADIKAN MAINAN OLEH ORANG ABUNG.KONON PUTRI RAJA KOMERING YANG DI PENGGAL ITU DI BAWA KEABUNG DAN DIJADIKAN ISTRI SECARA PAKSA OLEH PENGUASA ABUNG. DAN PUTRI ITU TIDAK PERNAH MAU BICARA KARENA MENYAKSIKAN KEPALA AYAHNYA YANG DITENDANG TENDANG KARENA SANGAT SEDIH DAN MENDERITA. PUTRI RAJA KOMERING INI TIDAK PERMAH MAU BICARA KEPADA SIAPAPUN.

  11. SIAPA LAMPUNG DARIMANA ASAL LAMPUNG. LAMPUNG ITU PALING TUA ADALAH SUKU TUMI YANG KEBUDAYAANNYA MEGALITHIKUM. BILA DIBANDINGKAN DENGAN MEGALITHIKUM RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH JAUH JAUH GAK ADA APA APANYA SUKU TUMI.
    SUKU TUMI ITULAH YANG ASLI ORANG LAMPUNG TETAPI LEBIH DULU ORANG BUKIT BARISAN RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH DARIPADA SUKU TUMI. SUKU TUMI ITU TERMASUK RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH. KALIAN ORANG LAMPUNG ITU BARU KEMAREN SORE. KEMANA SEKARANG ORANG TUMI ASLI GAK JELAS LAGI. KALIAN LAMPUNG PENDATANG BARU INGIN EXIS DENGAN MENYINGKIRKAN ORANG SUKU TUMI DAN ORANG BUKIT BARISAN. SEBAGAI PENDATANG YANG LEBIH DULU. BAHASA TUMI ITU ADA YANG MIRIP DENGAN BAHASA RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH. PERSIS SEPERTI BELANDA PADAHAL PENDATANG MENGAKUMEMILIKI SEMUA DENGAN MENGGANTI NAMA MENJADI HINDIA BELANDA. ( NETHERLAND INDIE) ARTINYA TANAH NUSANTARA INI PUNYA BELANDA DAN INDIA. SEDANGKAN PERIBUMI HILANG DAN TERSINGKIR. PERSIS SEPERTI LAMPUNG. DENGAN MENNJADIKAN NAMA LAMPUNG SEOLAH OLAH HANYA ORANG LAMPUNG ISI LAMPUNG. PADAHAL LEBIH DULU ORANG BUKIT BARISAN TERMASUK SUKU TUMI. JAUH SEBELUM ORANG LAMPUNG MENEMPATI WILAYAH INI
    BUKTINYA DI SEPANJANG BUKIT BARISAN MULAI DARI SUMBER JAYA KEBUN TEBU, ULU BELU, BATU BEDIL PULAU PANGGUNG ITU TERDAPAT SEMUA KEBUDAYAAN PURBA ATAU PERADABAN PURBA MEGALITHIKUM YANG SAMA DENGAN YANG ADA DI SUKU TUMI BAHKAN LEBIH TUA LAGI. GAK PERCAYA KITA TELITI SAMA SAMA DENGAN PARA AHLI DAN PIHAK YANG INDEPENDEN DAN PIHAK PIHAK LAIN HARUS BANYAK PIHAK YANG TERLIBAT. GAK JADI KALAU HANYA ORANG LAMPUNG SAJA YANG MENELITI GAK SUCENG ITU NAMANYA. WILAYAH- WILAYAH SUMBERJAYA, TEBU, ULU BELU, BATU BEDIL TEMPAT TEMPAT MEGALITHIKUM PURBA ITU SEMUA ADALAH WILAYAH RUMPUN SUKU BANGSA BESEMAH SEMUA. GAK ADA ORANG LAMPUNG DISITU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *