rss
twitter
  •  

Saviour Gundam action

| Posted in For life.., Tech-News |

4

Just a little pose with my Saviour Gundam ZGMF-X23S

saviour-sileut.jpg

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 5.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Saviour Gundam ZGMF-X23S

| Posted in For life.., Tech-News |

2

Just bought Saviour Gundam ZGMF-X23S, with scale 1/144

Technical Data

Model number: ZGMF-X23S
Code name: Saviour Gundam
Unit type: prototype attack use transformable mobile suit
Manufacturer: Integrated Design Bureau
Operator: ZAFT (Zodiac Alliance of Freedom Treaty)
First deployment: C.E. 73
Accommodation: pilot only, in standard cockpit in torso
Dimensions: overall height 18.61 meters (mobile suit mode)
Weight: max gross weight 77.13 metric tons
Armor materials: unknown
Powerplant: ultracompact energy battery, power output rating unknown
Equipment and design features: sensors, range unknown; Variable Phase Shift (VPS) armor; deuterion beam energy supply system, allows for remote recharging of energy with battleship Minerva
Fixed armaments: 2 x MMI-GAU25A 20mm CIWS, fire-linked, mounted in head; MMI-RD11 aerodynamic shield, mounted on left arm; 2 x M106 “Amfortas” plasma beam cannon, mounted on backpack, can be fired in mobile suit and mobile armor mode; 2 x MMI-GAU2 “Picus” 76mm machine gun; 2 x MA-7B “Super Fortis” beam cannon; 2 x MA-M941 “Vajra” beam saber, stored on shoulders, hand-carried in use
Optional hand armaments: MA-BAR70 high-energy beam rifle, power rating unknown

Saviour Box the-content.jpg figure.jpg

manual.jpg skeleton.jpg build-leg.jpg

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Sejarah Palembang – Perang 5 Hari 5 Malam

| Posted in For life.. |

12

1 Januari 1947

Dari RS. Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearah kedudukan pasukan kita yang bahu membahu dengan Tokoh masyarakat bergerak dari pos di Kebon Duku (24 Ilir Sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melaju kearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.

 

2 Januari 1947

Diperkuat dengan Panser dan Tank Canggih Belanda bermaksud menyerbu dan menduduki markas Tentara Indonesia di Masjid Agung Palembang. Pasukan Batalyon Geni dibantu oleh Tokoh Masyarakat bahu membahu memperkuat barisan mengobarkan semangat jihad yang akhirnya dapat berhasil mempertahankan Masjid Agung dari serangan sporadis Belanda. Pasukan bantuan belanda dari Talang Betutu gagal menuju masjid agung karena disergab oleh pasukan Lettu. Wahid Luddien sedangkan pada hari kedua Lettu Soerodjo tewas ketika menyerbu Javache Bank. Diseberang ulu Lettu. Raden. M menyerbu kedudukan strategis belanda di Bagus Kuning dan berhasil mendudukinya untuk sementara. Bertepatan dengan masuknya pasukan bantuan kita dari Resimen XVII Prabumulih

 

3 Januari 1947

Pertempuran yang semakin sengit kembali memakan korban perwira penting Lettu. Akhmad Rivai yang tewas terkena meriam kapal perang belanda di sungai seruju. Keberhasilan gemilang diraih oleh Batalyon Geni pimpinan Letda Ali Usman yang sukses menhancurkan Tiga Regu Kaveleri Gajah Merah Belanda. Meskipun Letda Ali Usman terluka parah pada lengan.

Pasukan lini dua kita yang bergerak dilokasi keramat Candi Walang (24 Ilir) menjaga posisi untuk menghindari terlalu mudah bagi belanda memborbardir posisi mereka. Sedangkan pasukan Ki.III/34 di 4 Ulu berhasil menenggelamkan satu kapal belanda yang sarat dengan mesiu. Akibatnya pesawat-pesawat mustang belanda mengamuk dan menghantam selama 2 jam tanpa henti posisi pasukan ini.

Pada saat ini pasukan bantuan kita dari Lampung, Lahat dan Baturaja tiba dikertapati namun kesulitan memasuki zona sentral pertempuran diareal masjid agung dan sekitar akibat dikuasainya Sungai Musi oleh Pasukan Angkatan Laut Belanda.

Pasukan Indonesia Menyebrangi Sungai Musi untuk Membantu Posisi Front


4 Januari 1947

Belanda mengalami masalah amunisi dan logistik akibat pengepungan hebat dari segala penjuru oleh tentara dan rakyat, sedangkan tentara kita mendapat bantuan dari Tokoh masyarakat dan pemuka adat yang mengerahkan pengikutnya untuk membuka dapur umum dan lokasi persembunyian serta perawatan umum.

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 8.6/10 (27 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: +17 (from 21 votes)

Obon dan Bon Odori, Sejarah dan perkembangan budayanya

| Posted in For life.. |

3

Obon

Obon (お盆) adalah serangkaian upacara dan tradisi di Jepang untuk merayakan kedatangan arwah leluhur yang dilakukan seputar tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō (kalender lunisolar). Pada umumnya, Obon dikenal sebagai upacara yang berkaitan dengan agama Buddha Jepang, tapi banyak sekali tradisi dalam perayaan Obon yang tidak bisa dijelaskan dengan dogma agama Buddha. Obon dalam bentuk seperti sekarang ini merupakan sinkretisme dari tradisi turun temurun masyarakat Jepang dengan upacara agama Buddha yang disebut Urabon.

Tradisi dan ritual seputar Obon bisa berbeda-beda bergantung pada aliran agama Buddha dan daerahnya.

Di berbagai daerah di Jepang, khususnya di daerah Kansai juga dikenal perayaan Jizōbon yang dilakukan seusai perayaan Obon.

Asal-usul

Obon merupakan bentuk singkat dari istilah agama Buddha Ullambana Sutra, dan lidah orang Jepang menyebutnya Urabon (盂蘭盆, Urabon), tapi kemudian yang diambil hanya aksara Kanji terakhirnya saja (盆, bon, nampan) ditambah awalan honorifik huruf “O.”

Sutra tersebut menceritakan tentang seorang biksu bernama Mokuren (Mogallana), yang dalam pertapaannya ia melihat ibunya menderita kelaparan di neraka, di mana setiap makanan yg disentuhnya selalu terbakar api. Mokuren lalu memohon pada Shakyamuni Buddha untuk menyelamatkan ibunya dari nasib buruk terbeut. Shakyamuni memerintahkan Mokuren agar dosa-dosa ibunya di masa lalu terampunkan, dia harus membuat persembahan berupa makanan yg terbuat dari bahan-bahan dari darat dan laut kepada kawan-kawan biksunya pada hari terakhir pertapaan mereka (yang berlangsung selama 90 hari dan berakhir pada pertengahan bulan Juli). Setelah memenuhi perintah dari Shakyamuni, Mokuren menari penuh kegembiraan saat ibunya dan 7 generasi nenek moyangnya dibebaskan dari semua siksaan. Tarian inilah yg kemudian diadopsi menjadi tarian Bon Odori.

Kisah ini perlahan berkembang menjadi festival peringatan untuk nenek moyang, dan mengambil wujud yg bermacam-macam di negara-negara yg memiliki banyak penganut Buddha Mahayana, terutama di China, Korea, Jepang dan Vietnam. Festival Obon di Jepang sudah dilaksanakan secara tahunan sejak tahun 657 M. Dalam sekte Jodo Shinshu (salah satu dari sekte aliran kepercayaan di Jepang), festival ini dikenal dengan nama Kangi-E.

Pada mulanya, Obon berarti meletakkan nampan berisi barang-barang persembahan untuk para arwah. Selanjutnya, Obon berkembang menjadi istilah bagi arwah orang meninggal (shōrō) yang diupacarakan dan dimanjakan dengan berbagai barang persembahan. Di daerah tertentu, Bonsama atau Oshorosama adalah sebutan untuk arwah orang meninggal yang datang semasa perayaan Obon.

Asal-usul tradisi Obon di Jepang tidak diketahui secara pasti. Tradisi memperingati arwah leluhur di musim panas konon sudah ada di Jepang sejak sekitar abad ke-8.

Sejak dulu di Jepang sudah ada tradisi menyambut kedatangan arwah leluhur yang dipercaya datang mengunjungi anak cucu sebanyak 2 kali setahun sewaktu bulan purnama di permulaan musim semi dan awal musim gugur. Penjelasan lain mengatakan tradisi mengenang orang yang meninggal dilakukan 2 kali, karena awal sampai pertengahan tahun dihitung sebagai satu tahun dan pertengahan tahun sampai akhir tahun juga dihitung sebagai satu tahun.

Di awal musim semi, arwah leluhur datang dalam bentuk Toshigami (salah satu Kami dalam kepercayaan Shinto) dan dirayakan sebagai Tahun Baru Jepang. Di awal musim gugur, arwah leluhur juga datang dan perayaannya secara agama Buddha merupakan sinkretisme dengan Urabon.

Jepang mulai menggunakan kalender Gregorian sejak tanggal 1 Januari 1873, sehingga perayaan Obon di berbagai daerah di Jepang bisa dilangsungkan pada tanggal:

1. bulan ke-7 hari ke-15 menurut kalender Tempō
2. 15 Juli menurut kalender Gregorian
3. 15 Agustus menurut kalender Gregorian mengikuti perhitungan Tsukiokure (tanggal pada kalender Gregorian selalu lebih lambat 1 bulan dari kalender Tempō).

Pada tanggal 13 Juli 1873 pemerintah daerah Prefektur Yamanashi dan Prefektur Niigata sudah menyarankan agar orang tidak lagi merayakan Obon pada tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō

Sekarang ini, orang Jepang yang merayakan Obon pada tanggal 15 Juli menurut kalender Tempō semakin sedikit. Pada saat ini, orang Jepang umumnya merayakan Obon pada tanggal 15 Agustus menurut kalender Gregorian.

Orang yang tinggal di daerah Kanto secara turun temurun merayakan Obon pada tanggal 15 Juli kalender Gregorian, termasuk mengunjungi makam pada sebelum tanggal 15 Juli. Pengikut salah satu kuil di Tokyo selalu ingin merayakan Obon pada tanggal 15 Juli sehingga Obon jatuh pada tanggal 15 Juli, sedangkan pengikut kuil di Prefektur Kanagawa selalu ingin merayakan Obon tanggal 15 Agustus sehingga Obon jatuh pada tanggal 15 Agustus.

Media massa memberitakan perayaan Obon pada tanggal 15 Agustus sehingga orang di seluruh Jepang menjadi ikut-ikutan merayakan Obon pada tanggal 15 Agustus.

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)

Against Spam with GMail

| Posted in For life.., Tech-News |

0

Mungkin sudah pada tahu kalau GMail punya trik untuk alamat email kita. Contohnya adalah penggunaan “+” dan “.” pada nama email kita. Fitur ini bisa kita manfaatkan untuk menyaring sumber email agar terhindar dari spam.

Contohnya, jika kita punya alamat email “nama...@gmail.com, maka kita bisa menambahkan string baru di nama email kita dengan menambahkan “+” menjadi “nama...@gmail.com“. Alamat email ini akan tetap masuk ke inbox GMail kita. Yang nantinya bisa kita tambahkan ke dalam filter email kita.
Lainnya, kita juga bisa menambahkan “.” pada nama email kita menjadi “na.m...@gmail.com” atau “….na.m.a.s.a.y.a…@gmail.com“. Tentu saja email yang terkirim ke alamat tersebut akan tetap masuk ke inbox kita.

Hal ini berguna untuk menyaring sumber email yang datang. Misalkan kita perlu mendaftar ke suatu website yang mengharuskan kita untuk mencantumkan alamat email kita. Sedangkan kita tidak percaya apakah aman mencantumkan alamat email kita disitu. Dengan trik ini, kita akan bisa mengetahui, website tersebut bisa dipercaya atau tidak.
Pada saat mencantumkan alamat email, tambahkan “+” sehingga menjadi “nama...@gmail.com“. Dan ketika kita mendapatkan email di inbox kita dengan isi dan sumber yang tidak jelas dan ditujukan ke alamat tadi, maka bisa kita pastikan bahwa website tadi tidak bisa dipercaya. Bisa jadi dia menjual alamat email anda ke pihak lain, atau menggunakannya sendiri untuk hal-hal yang tidak berkaitan (baca: Spam). Dengan begitu anda bisa memasukkan website tadi ke daftar-hitam anda.
Namun cara ini tidak selalu berhasil. Beberapa website menolak penggunaan “+” pada alamat email. Sehingga kita perlu menggunakan trik lain. Gunakan saja “.” pada nama email anda menjadi “nam....@gmail.com“. Usahakan agar selalu unik. Artinya pola titik yang anda gunakan berbeda untuk tujuan masing-masing, agar memudahkan anda mengingat dimana anda memberikan alamat email tersebut.

catatan: Jika username terdaftar anda adalah “namasaya“, maka anda tidak bisa melakukan login dengan menggunakan “.” menjadi “nam.a.saya“. Ketika login anda tetap harus menggunakan username asli anda. Kecuali ketika pertama mendaftar anda telah menggunakan “.” pada username anda.

Trik lain yang lebih menarik adalah menggunakan alamat “@googlemail.com“. Anda bisa menggunakan alamat email “nama...@googlemail.com” sama seperti “nama...@gmail.com. Keduanya milik Google, dan akan masuk ke inbox yang sama. Maksudnya, jika anda telah memiliki account “nama...@gmail.com“, maka anda bisa menggunakan “nama...@googlemail.com” tanpa perlu mendaftar lagi. Jadi seakan-akan anda memiliki 2 alamat email (*).
Dengan menggabungkan trik yang sebelumnya, maka kita akan memiliki filter yang lebih lengkap lagi. “..na.m...@googlemail.com” akan tetap masuk ke inbox “nama...@gmail.com“. Ketika ada email spam yang masuk dengan tujuan alamat tersebut, kita bisa langsung memberikan penyaringan pada inbox kita agar setiap email yang masuk dengan tujuan alamat email tersebut langsung diarahkan sebagai spam, atau langsung hapus.

Dengan begini kita bisa sedikit merasa lebih aman dalam memberikan alamat email kita. Sehingga inbox kita bisa lebih bersih dari spam.
Memang filter spam di GMail sendiri sudah lebih baik. Saya sendiri sangat jarang sekali mendapatkan email spam. Bahkan hampir tidak pernah, meskipun sering mendaftarkan email saya ke banyak situs.
Namun kita sebagai pengguna, akan lebih baik kalau selalu bersikap “cari aman” dalam ber-internet. Terutama kepada pihak yang sering menjual alamat email kita kepada pihak lain. Untuk itu lah trik ini sangat berguna.

Semoga bermanfaat. ^^’

(*): Penjelasan kenapa Google memiliki 2 domain (GMail dan Googlemail) untuk alamat email bisa dibaca disini:
- http://mail.google.com/mail/help/intl/en-GB/googlemail.html
- http://news.bbc.co.uk/1/hi/business/4354954.stm

VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.13_1145]
Rating: 0 (from 0 votes)