Thursday, May 15th, 2008
Ada kasus seperti ini, kita akan membuat sebuah website komunitas yang nanti nya para pengunjung bisa mendaftar sebagai anggota. Dan setiap anggota masing-masing akan mendapatkan alamat URL: http://namauser.situskita.com/
Kelihatannya tampak mudah bukan?
Tinggal membuatkan Virtual Host untuk masing-masing anggota, dan daftarkan subdomainnya.
Namun permasalahannya adalah, kita ingin subdomain tersebut hanya sebagai identitas, dan bukan berupa direktori khusus untuk masing-masing anggota terdaftar. Dan yang lebih penting lagi, setiap yang baru mendaftar akan langsung mendapatkan alamat subdomainnya secara otomatis, tanpa campur tangan kita. Bayangkan jika ada 100 pengunjung yang mendaftar, dan semua itu harus kita buat secara manual. Akan sangat membuang waktu dan tenaga bukan?
Ini dibutuhkan jika kita ingin membuat situs komunitas, atau contohnya seperti situs jaringan pertemanan. Setiap anggota yang terdaftar akan mendapatkan alamat sendiri untuk menampilkan profil, blog, atau content lainnya.
Untuk mengatasi masalah itu kita akan menggunakan yang namanya “Subdomain Wildcard”. Dengan subdomain wildcard, kita hanya butuh 1 domain yang digunakan untuk memproses semua request subdomain. Artinya, semua yang xxx.domainutama.com, yyy.domainutama.com, zzz.domainutama.com akan diarahkan ke domainutama.com. Yang nantinya script PHP pada domainutama.com yang akan memprosesnya dan menampilkan halaman anggota tersebut.
Sebelumnya, kita akan membutuhkan DNS Server untuk membuat subdomain wildcard ini. Dengan membuat DNS Zone baru untuk domain yang akan digunakan.
Sebagai test untuk di mesin lokal, kita akan membuat domain bohongan yang hanya bisa jalan di jaringan lokal kita saja.
Domain yang digunakan: www.situskita.tld
IP Mesin kita: 192.168.1.2
Install paket bind9 untuk DNS Server nya (Jika belum ada)
$ sudo apt-get install bind9
setelah install, kita akan membuat DNS Zone baru. Jika anda sudah memiliki konfigurasi DNS sendiri, dan akan menggunakannya, silahkan lewati bagian ini. Lanjutkan ke tahap selanjutnya.
$ sudo pico /etc/bind/named.conf.local
Tambahkan baris berikut ini:
zone “situskita.tld” {
type master;
file “/etc/bind/db.situskita.tld”;
notify no;
};
Disini kita membuat zona baru untuk domain “situskita.tld”, dan konfigurasi nya terletak pada file “/etc/bind/db.situskita.tld”
Jika ingin menggunakan konfigurasi DNS zone yang sudah ada, anda hanya tinggal menambahkan baris berikut pada konfigurasi anda:
* A 192.168.1.2
Kalau belum ada, maka kita akan membuatnya.
$sudo pico /etc/bind/db.situskita.tld
(more…)
Posted in coded, ubuntu | 2 Comments »
Thursday, May 15th, 2008
Agar tampilan Dekstop anda tidak monoton, anda bisa mengambil themes dan window decorator dari situs berikut:
Ubuntu (Gnome):
http://www.gnome-look.org/
Kubuntu (KDE):
http://www.kde-look.org/
* Tidak perlu khawatir akan memberatkan system, karena themes ini bukan merupakan aplikasi tambahan atau aplikasi pihak ketiga. themes ini akan mengganti secara langsung. sehingga tidak menambah beban system.
Panduan:
Gnome:
- Untuk tampilan themes secara keseluruhan, masuk ke menu: “GTK 2.X”
- Untuk Window Border pada decorator Metacity (tanpa compiz), pilih menu “Metacity”
- GDM Themes untuk mengganti tampilan Login Ubuntu
- Untuk pengguna Compiz dan Emerald, masuk ke menu “Compiz”
Untuk mengaktifkan Themes, masuk ke “System => Preferences => Appearance”
Untuk mengganti Login Themes, masuk ke “System => Administration => Login Window”
KDE:
- Klik di menu “Themes/Styles” untuk mengganti themes.
- Untuk mengganti Window Decorations, klik pada “Window Decorations”, jika tanpa Compiz, klik pada sub-menu “Native KDE 3.2+”, untuk pengguna KDE 4 klik “Native KDE 4″ dan jika menggunakan Compiz klik pada “Compiz”
- Jika ingin mengganti skema warna pada desktop anda, klik pada “Color Schemes”
- Untuk mengganti Themes pada Login KDE, klik “KDM Themes”
Untuk merubah Themes, masuk ke “KMENU => System Settings”
Posted in ubuntu | No Comments »
Thursday, May 15th, 2008
OpenProj is a free, open source project management solution. OpenProj is a replacement of Microsoft Project and other commercial project solutions. The OpenProj solution has been download more than 375,000 times in the few months since launch and is being used in over 142 countries.
A free download of OpenProj is available here and is distributed under the CPAL license.
OpenProj is ideal for desktop project management and is available on Linux, Unix, Mac or Windows. It even opens existing Microsoft or Primavera files. OpenProj shares the industry’s most advanced scheduling engine with Project-ON-Demand and provides Gantt Charts, Network Diagrams (PERT Charts), WBS and RBS charts, Earned Value costing and more.
There is literally no time or effort involved in switching to OpenProj, and your teams can manage projects on any platform for free. Projity worked closely with leaders in the commercial and open source industries in preparation for the release of OpenProj. It is a welcome addition, not only for project management users, but also for users in all software segments.
Microsoft Project retails for $999.99, is installed on 7% of all Office desktops and drives over $1 billion in revenue for Microsoft. OpenProj fills an important gap in the desktop market, as a key component in the Office family of products now has a replacement available on Linux, Unix, Mac or Windows.
OpenProj was also selected for inclusion with Star Office suite boxes in Europe. The OpenProj solution has been translated into French, Spanish, German, Portuguese, Swedish, Finnish, Galician, Persian, Russian, Korean and Chinese.
screenshot:

Source:
http://openproj.org/openproj
Posted in Tech-News, ubuntu | No Comments »