Benua Atlantis itu Indonesia??

Written on June 27, 2007 – 2:39 pm | by vandai |

Tulisan ini saya sadur langsung dari artikel di Pikiran Rakyat tahun lalu yang ditulis oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
Artikel ini sudah lama, tapi cukup menarik juga untuk dibaca.Apakah benar Indonesia itu adalah benua Atlantis atau bukan, saya tidak berani komentar. Tapi kalaupun benar, hebat juga yah.

Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa, pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang hilang atau Atlantis.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Konteks Indonesia

Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.

Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.

Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.
<em>*Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis</em>

Sebagai tambahan, ada tulisan bagus juga mengenai artikel ini oleh oom Priyadi.
http://priyadi.net/archives/2006/12/02/atlantis-dan-indonesia/

Benar atau tidak, only God knows why..

  1. 17 Responses to “Benua Atlantis itu Indonesia??”

  2. Avatar

    By dalamhati on Oct 10, 2007 | Reply

    sejarah yang hebat!!
    seandainya benar indonesia adalah atlantis, tentunya paling tidak harus ditemukan sebuah peninggalan dari zaman itu.

  3. Avatar

    By God on Oct 22, 2007 | Reply

    tidak :P

  4. Avatar

    By angel on Dec 25, 2007 | Reply

    ada tandanya kalau indonesia itu atlantis:
    yakni: penguasanya sama-sama punya sifat sombong en koruptif

  5. Avatar

    By defra on Dec 29, 2007 | Reply

    Kalau indonesia merupakan atlantis, seharusnya indonesia tidak terbelakang seperti sekarang ini. Saya pernah membaca artikel mengenai atlantis. Katanya dulu atlantis memiliki kemajuan dalam bidang iptek yang sangat luar biasa, dan juga sempat ditulis kalau dulu atlantis juga sudah punya alat transportasi yang dapat terbang, sejenis ac, gedung bertingkat dan lain sebagainya. Tapi Indonesia mengenal alat2 canggih aja, baru tahun 70-80. Kalau disamakan dengan Indonesia menurut saya jauh sekali, walaupun ditinjau dalam segi geologis hampir sama dengan atlantis. Yach, semangat aja dech buat bangsa indonesia, walaupun dulu nenek moyang kita sumber peradapan, kata pepatah “tuntutlah ilmu ke negri cina” agar bisa menyamai atlantis, kita juga harus pinterkan!

  6. Avatar

    By vandai on Dec 31, 2007 | Reply

    yah kan ceritanya mereka semua ludes ditelan samudra, jadi semua peradabannya juga habis. yang tersisa cuma “Kebesaran mulutnya” aja
    hehehe… ^^v

    namanya juga pendapat teori..

  7. Avatar

    By Harby on Apr 10, 2008 | Reply

    klo benar atlantis ada ko gw blm nemuinya dlm alquran yax.alquran kan byk menyebutkan peradaban yg hilang seperti IRAM, dll.yang pada akhirnya terbukti mmg ada. masa peradaban sehebat atlantis bisa terlewatkan, wong banjir nabi nuh dan laut merah di belah ajah disebut2 bahkan di dalam kitab samawi lain jg ada.ataukah i’ve overlooked on something in the holy quran.cos i’ve trusted quran and other kitab as my reference to look for lost civilization.

  8. Avatar

    By Sangkakala on Apr 19, 2008 | Reply

    Mungkin benar Atlantis dulu terletak di Indonesia..
    Tapi ga ada alasan untuk bangga bagi kita.
    Kenapa? sebab tempat nya aja yang sama, sedangkan masyarakatnya atau manusianya, kebudayaanya, dan teknologinya menurut saya sama sekali berbeda. Kan ceritanya dulu pas atlantis tenggelam sebagian survivor-nya pada ngungsi, jadi manusia-manusia atlantis udah ga ada yang di sini dong?
    Ya kan? Lagi pula, sekarang ini sikap dan sifat oramg Indonesia udah ga bisa dibanggakan sama sekali..
    Para pemimpin-nya, baik pemimpin negara \pemerintahan maupun sebagian orang yang dianggap pemimpin agama, materialistis, korup, dan ga ada pinter2nya…
    Jadi apa yang mau dibanggakan?

  9. Avatar

    By indra on May 14, 2008 | Reply

    Wah benar kok, begini ceritanya, sumber peradabannya memang di indonesia tapi pemukiman penduduknya ada di China karena tempat mereka aman jarang gempa, dan penduduk yang di peradaban tinggi (indonesia hanya pegawai saja, sedangkan pejabatnya di china sampai ke jepang) nah waktu bencana datang orang pada lari kebirit2 kemana-mana jadi ada yang putus hubungan ada yang mati ada yang terlantar, nah kita ini yang terlantar ga tau itu apa. jadi kita menjadi jaman batu, gedung ilang pesawat ilang.heheh jadi semua dibangun dengan batu ya itu candi. sedangkan aset tetep di china atau jepang. jadi klo jepang bikin honda nikon dll ga kuku dah.hehhehe. kita yang beli doang,.

  10. Avatar

    By benowo on Jun 2, 2008 | Reply

    Saya cukup yakin bahwa Indonesia dulunya merupakan bagian dari Atlantis. Atlantis yang begitu termasyur akan kesuburan dan teknologinya. mmm coba pikirkan, berarti kita sekarang mewarisi darah&struktur genetik leluhur kita dahulu, yg begitu hebat.
    klo kita sedikit menengok kebelakang, bukankah sejak zaman dahulu leluhur kita sudah ahli dalam bercocok tanam, obat2an tradisional hingga berbagai macam ilmu kesaktian yang terdengar begitu ajaib.
    Jika sekarang kita tertinggal dengan bangsa lain, bisa jadi karena kita terlena sehingga terlupa akan jati diri kita. kita sendiri ga tau arah perkembangan bangsa kita, malah terus ngekor dibelakang perkembangan bangsa laen. ada HP baru muncul, kita ikut2an beli HP baru. Ada teknologi komputer baru, kita ikut2an beli. Ada motor baru muncul, ikut2an ganti motor… dst..
    kita ga terlambat, kita masih punya kekuatan tuk maju. Saya yakin kelak akan bermunculan orang2 hebat, penemuan2 hebat dari bangsa kita sendiri. Kali aja salah satunya dari orang yg sedang baca tulisan ini… hehe

    With Bless, Love n Peace. God Shine Us

  11. Avatar

    By darin on Jun 13, 2008 | Reply

    saya juga tertarik dengan teori yang diungkapkan oleh prof santos. sayangnya sampai sekarang tidak ada penelitian lebih lanjut mengenai teori tersebut.
    BTW, ada yang berfikir ndak, apa mungkin cerita nabi nuh itu kejadiannya di atlantis? coz sesuai dengan pendapat para ulama, bahwa nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW diturunkan cuma untuk sebuah kaum. ini berbeda dengan cerita dari injil dll yang seolah menceritakan bahwa seluruh dunia ditenggelamkan dalam laut pada saat banjir Nuh. Padahal satu-satunya kaum dan negeri yang diceritakan dalam Al Qur’an ditenggelamkan Allah SWT dalam lautan adalah kaum nabi Nuh AS.
    moga-moga ada penelitian lebih lanjut…

  12. Avatar

    By vandai on Jun 13, 2008 | Reply

    saya juga kepikiran, bisa jadi benua Atlantis yang sebenarnya itu adalah pada masa Nabi Nuh. Karena sejarahnya benar2 ada. dan negeri itu benar2 tenggelam.
    mungkin saja penafsiran nama benua dan negeri itu yang berbeda.

    Sayang sekali memang penelitian prof.Santos ini tidak terdengar kelanjutannya lagi. mungkin beliau mendapat tentangan dari berbagai pihak mengenai teori nya.

  13. Avatar

    By tru love on Jul 14, 2008 | Reply

    Benua Atlantis itu Indonesia..
    Hmm..nampak so far far away…
    Perasaan yang gue baca dan gue liat di discovery channel mengenai benua atlantis, kok sama sekali ngga ngarahin ke Indonesia yaah??

  14. Avatar

    By Neutral on Oct 31, 2008 | Reply

    Untuk sementara prediksi bahwa The Atlantis Ocean is Indonesia haruslah kita terima sebagai cambuk bagi kita untuk semakin bersemangat mengejar ketinggalan peradaban kita dari peradaban Atlantis yang dianggap sangat tinggi (sudah sampai menciptakan piring terbang untuk lari ke angkasa luar pindah ke planet lain menghindari bencana tenggelamnya pulau Atlantis). Persoalan tepat atau tidaknya ramalan tersebut tidaklah penting dan syukur-2 pada akhirnya nanti ditemukan bukti-2 yang lebih akurat yang bisa menunjukan bahwa Atlantis yang hilang itu adalah bagian dari benua yang kini menjadi sederetan pulau Nusantara. Seperti kata pepatah bahwa “bumi itu berputar man !” Artinya suatu saat karena bencana yang dasyat suatu peradaban maju bisa hilang dan terpaksa oleh generasi penerusnya yang tersisa harus dikembalikan lagi dari nol alias belajar lagi mengulang dari awal. bangkitkan semangat kemajuan Atlantis untuk belajar dan bekerja keras man !

  15. Avatar

    By ulfah on Nov 2, 2008 | Reply

    cool!!

    Aiiok semangadh!!
    muga2 Indonesia bisa sama jaya ny kayak Atlantis duluu…

    AYO KITA BELAJAR BERSAMA!!
    Gag cuma yg muda dumzz..
    yg tua juga belajar!!!

  16. Avatar

    By Bayu on Nov 12, 2008 | Reply

    liat aja di tv.. waktu jaman majapahit… nyai lampir… angling dharma… orang2nya udah pada bisa berjalan di udara…
    “gedebh gedebh gedebh gedebh…” suaranya kalo lari di udara…
    teknologi & SDM nya ebat kan… kwkakwka

  17. Avatar

    By eten on Dec 8, 2008 | Reply

    coba pada buka blo ini dah
    http://stevyhanny.blogspot.com/2008_08_01_archive.html

    disitu kumpulan2 artikel
    hanya sebagai referensi ilmu and sejarah aja, gw seneng baca blog dia, semua disambung2in, keren,

  18. Avatar

    By dite on Dec 28, 2008 | Reply

    kasian pak pos nya… kalo atlantis ganti indonesia…, berapa surat yang kembali ke alamat pengirim????.

Post a Comment

About Me

Here I'll share my knowledge, discovery and experience related to my hobby and work. Most articles on this site are related to daily life, hobbies, programming, and linux. More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader
Find entries :